Pemkab Bojonegoro Ajak Anak Putus Sekolah Untuk Melanjutkan Sekolah

0
Keluarga dari anak putus asal Kabupaten Bojonegoro.

halopantura.com Bojonegoro – Pendidikan merupakan pondasi utama untuk meniti karir dalam masa depan. Sekolah saja belum tentu membuat kita jelas dimasa depan, apalagi tidak sekolah. Malah semakin tidak jelas. Kalimat yang di ucapkan Bupati Bojonegoro itulah yang mendorong Bhabinkamtibmas Desa Jipo Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro prihatin terhadap warganya yang putus Sekolah.

Bekerjasama dengan SMK Wahid Hasyim Jipo Kecamatan Kepohbaru Bhabinkamtibmas Desa Jipo mendatangi satu persatu rumah warga yang anaknya putus sekolah dan tidak melanjutkan lagi dengan alasan tidak ada biaya ataupun alasan lainnya.

Dalam kunjungannya tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Jipo bersama pihak SMK Wahid Hasyim memberikan pengertian kepada orang tua wali murid akan pentingnya bersekolah. Karena, masa depan diawali dari sebuah pendidikan yang baik.

“Putri bapak harus sekolah lagi, atau setidaknya mondok. Ini sangat penting untuk masa depan putri bapak,” tutur Bhabinkamtibmas Desa Jipo Bripka Malik Purnomo, Selasa (18/07/2017).

Beberapa wali murid beralasan melarang anaknya sekolah karena masalah biaya. Namun hal tersebut langsung disanggah oleh pihak SMK Wahid Hasyim. “Ndak usah mikir biaya. Pemkab Bojonegoro ada Dana Alokasi Khusus bagi anak anak yang mau melanjutkan sekolah,” tandas guru SMK Wahid Hasyim.

Bripka Malik juga menjelaskan, bahwa dirinya saat masih sekolah juga berangkat dari keterbatasan. Namun dengan dukungan kedua orang tua dan ketekunan, dirinya bisa menjadi seorang anggota Polisi.

“Saya berangkat juga dari keluarga kurang mampu. Insya Allah, bila kita rajin belajar maka masa depan kita akan lebih baik,” Imbuh Bripka Malik

Disamping itu, Pihak SMK Wahid Hasyim melalui Kepala Sekolah menambahkan, bila ada warga masyarakat yang ingin anaknya sekolah namun terbatas masalah biaya bisa mendaftarkan ke SMK Wahid Hasyim.

“Kita manfaatkan Dana Alokasi Khusus, bagi yang sama sekali tidak mampu kita berikan keringanan bahkan kita gratiskan. Asalkan anaknya rajin,” ucap Kepala SMK Wahid Hasyim Kepohbaru Drs. CHudori, MM

Dari keempat murid putus sekolah yang didatangi oleh Bhabinkamtibmas dan pihak SMK Wahid Hasyim, tiga diantaranya bersedia melanjutkan sekolah. Keputusan tersebut disambut gembira oleh Bhabinkamtibmas dan Kepala Sekolah.

“Alhamdulilah, meski yang satu belum bersedia. Setidaknya, kita sudah berusaha,” imbuh Kepala Sekolah. (luh/roh)

Tinggalkan Balasan