Pemkab Tegaskan Aparatur Sipil Negara Nganjuk Netral dalam Pilkada

0
Agus Irianto, Kabag Humas Pemkab Nganjuk

halopantura.com Nganjuk – Menjelang Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) perpolitikan tentunya semakin memanas, tak terkecuali di Kabupaten Nganjuk yang turut serentak menggelar pesta demokrasi lima tahun itu. Masyarakat akan memilih pemimpin baru untuk menggantikan Bupati Non Aktif Taufiqurrahman yang saat ini terjerat KPK.

Dalam Pilkada itu, ASN (Aparatur Sipil Negara) harus netral dan tidak mendukung pada salah satu calon. Jika itu dilakukan, sanksi pun akan mengancam ASN tersebut.

Kabag Humas Pemkab Nganjuk, Agus Irianto menegaskan, para ASN harus netral pada pilkada 2018 nanti.

“Saya kira tidak hanya di Nganjuk saja, secara umumnya juga begitu. Bahwa, ASN harus netral dan tidak boleh mendukung pada salah satu calon,” tegas Agus dihubungi melalui ponselnya, Rabu (20/12/201).

Informasi yang diterima, Gubernur Jawa Timur mengeluarkan surat edaran terkait netralitas ASN. Dalam surat edaran nomor 131/21726/011.2/2017 tertanggal, Surabaya, 15 November 2017, yang ditandatangani Gubernur Jawa Timur, Dr.H.Soekarwo menegaskan netralitas pegawai aparatur sipil negara dalam masa kampanye pemilihan kepala daerah pada 2018 mendatang.

Dalam surat tersebut juga tercantum sanksi bagi ASN yang terlibat pemenangan maupun pemberian dukungan terhadap calon kepala daerah. Dalam surat edaran tersebut dicantumkan hukuman sanksi mulai dari sedang hingga berat terhadap ASN yang menyalahgunakan wewenang jabatannya.

Terlebih jika ASN melakukan sesuatu yang menguntungkan atau merugikan calon kepala daerah dengan menggunakan fasilitas dari jabatan yang dimilikinya.

“Tentunya juga ada Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu). Terkait sanksi nanti yang memberikan bagian Inspektorat mas,” tandas Agus.

Pantauan di Nganjuk, sejumlah bakal calon mulai bermunculan bahkan ada telah mendapatkan rekomendasi partai, yakni Balonbup Novi Rahman Hidayat berpasangan dengan Marhaen menerima rekom dari PDI Perjuangan.

Balonbup lain yang muncul, Siti Nurhayati (Hanung), Pringgo Digdo Djati, Desy Natalia Widya dan Suryo Alam. Sementara Ita Triwibawati istri Bupati Taufiq, dikabarkan telah mundur dari pencalonannya. (fin/roh)

Tinggalkan Balasan