“Perang Miras” Harga Arak Tuban Meroket Rp 70 Ribu Per Liter

1
Pemusnahan arak di Mapolres Tuban tahun 2016 kemarin. (rohman, dok)

halopantura.com Tuban – Ketatnya aparat keamanan dalam memberangus pabrik minuman arak di kawasan Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban berdampak terhadap harga arak. Harga arak asal Tuban saat ini kian melambung tinggi sampai menembus harga Rp 70 ribu per liter yang sebelumnya hanya berada di harga Rp 40 ribu per liter, Selasa, (23/5/2017).

Pemicu kenaikan harga minuman haram itu dikerenakan beberapa lokasi pabrik arak di kawasan tersebut telah ditutup paksa oleh petugas. Namun begitu, permintaan arak diakui oleh pemilik pabrik yang tertangkap kian banyak, yang berasal dari berbagai dearah dan luar Provinsi Jawa Timur.

“Pengakuan pemilik pabrik arak bahwa harga arak sekarang Rp 70 ribu per liter, sebelumnya Rp 40 ribu per liter. Harga naik itu karena kita sering melakukan razia dengan hasil penutupan pabrik arak,” terang AKP Desis Susilo, Kapolsek Semading, Polres Tuban.

Sejak awal tahun 2017 hingga bulan Mei ini petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, dan Polisi telah menutup sebanyak 30 lokasi pabrik arak di kawasan Semanding tersebut. Bahan baku arak yang bernilai ratusa juta ikut dimusnakahkan ketika petugas melakukan pengrebekan di lokasi.

“Sejak Januari sampai bulan ini (selama lima bulan, red) petugas telah menutup sebanyak 30 lokasi pabrik arak dan mengamankan pula barang bukti,” ungkap Kapolsek Semanding.

Bupati Tuban, H. Fathul Huda bersama Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad, ikut menyaksikan pengrebekan pabrik arak di Semading. (rohman)

Nampaknya operasi yang dilakukan petugas sejak awal bulan Januari itu tidak membuat para pelaku bisnis merah tersebut merasa jera. Bahkan para pelaku bisnis haram itu berusaha mengelabuhi petugas dengan membuat pabrik arak yang jauh dari pemukiman warga.

Terbukti pabrik arak yang beromset ratusan juta di tengah sawah, tepatnya di Dusun Medokan, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, dibongkar petugas gabungan. Dari lokasi itu petugas mengamankan sebanyak 206,5 liter arak siap edar dan baceman (arak setengah jadi, red) sebanyak 1.800 liter.

Tak hanya jauh dari warga, tetapi bos arak Tuban juga terbilang nekat memproduksi arak dengan membuat bangker untuk mengelabuhi mata petugas. Perbuatan nekat itu dilakukan Kastiwi (46) warga Desa Prunggahankulon, Kecamatan Semanding. Dalam penggrebegan, petugas berhasil mengamankan 1.000 liter baceman dan berbagai bahan lainnya.

“Para pelaku telah diamankan untuk proses penyelidikan,” beber Kapolsek Semanding.

Menurutnya, selama lima bulan dalam operasi  pabrik arak, ada enam pemilik pabrik arak yang telah menjalani proses sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tuban. Selebihnya pelaku atau pemilik masih menjalani proses penyelidikan di Polres Tuban.

Penandatanganan tentang komitmen berantas miras oleh Forpimda Tuban bersama tokoh Masyarakat di Mapolres Tuban. (rohman)

“Daftar Pencari Orang (DPO) ada tiga orang, kabarnya mereka melarikan diri ke luar Tuban,” tambah AKP Desis Susilo itu.

Terakhir menjelang bulan suci ramadhan  petugas gabungan juga mengamankan sebanyak 16 ribu liter baceman arak di tiga lokasi. Baca : https://www.halopantura.com/jelang-ramadhan-petugas-amankan-16-ribu-liter-baceman-arak/

Pengungkapan itu tidak lepas dari bantuan masyarakat yang merasa resah dengan keberadaan pabrik arak yang kian menjamur di wilayah tersebut. Namun saat ini, petugas mengklaim bahwa pabrik arak di Semanding telah bersih.

“Pengungkapan itu juga berkat informasi dari masyarakat dan petugas langsung bergerak di lokasi. Saat ini Semanding terpantau sudah bersih dari pabrik arak, tetapi jika masyarakat mengetahi masih ada, maka segera laporkan,” pungkasnya. (rohman)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan