Perhatian Pemkab Tuban Terhadap Disabilitas Masih Minim

0
Penyandang disabilitas ketika berada di kantor DPRD Tuban. (rohman)

halopantura.com Tuban – Kepeduluan dan perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban terhadap para penyandang cacat disabilitas nampaknya masih minim. Salah satunya terkait bea siswa pendidikan buat anak dari penyandang disabilitas masih belum maksimal diberikan.

“Kita menginginkan bea siswa gratis untuk anak – anak kami. Mohon itu diperhatikan dan direalisasikan. Karena sampai saat ini belum maksimal,” terang Fira Fitria, Ketua Organisasi Disabulitas Tuban, usai bertemu dengan komisi C DPRD Tuban, Jum’at, (26/5/2017).

Selain itu, Fira Fitria, meminta kepada anggota dewan untuk mengawal implementasi Undang – undang nomor 08 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. Karena sejauh ini implementasi undang – undang itu yang dilakukan pemerintah Tuban masih banyak kekurangan, khususnya terkait program untuk disabilitas.

“Insya Allah anggota dewan tadi mendukung penuh untuk kelancaran program – program disabilitas agar lebih baik. Karena Kabupaten Tuban tertinggal jauh dengan Kabupaten Banyuwangi dan Jember untuk implementasi undang – undang tersebut,” ungkap Fira Fitria.

Sementara itu, Tri Astuti, wakil ketua Komisi C DPRD Tuban, mengaku bahwa undang – undang tentang penyandang disabilitas menjadi dasar pemenuhan hak asasi bagi para penyandang disabilitas. Sehingga pada tahun depan anggota dewan akan menyusun Raperda tentang Disabilitas.

“Undang – undang tentang disabilitas itu harus di implementasikan ke dareah juga, sehingga pengusulan itu (Raperda, red) nanti di tahun 2018 mendatang,” terang politisi senior asal partai Gerindra.

Lebih lanjut, terkait bea siswa tersebut, Tri Astuti menjelaskan, bahwa program kartu Indonesia pinta bisa dipakai sebagai solusi. Sehingga nanti anggota dewan akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan dinas terkait lainnya mengatasi permasalahan bea siswa itu.

“Intinya kita sangat mendukung apa yang mejadi harapan dan hak – hak meraka (para penyandang disabilitas, red),” ungka Tri Astuti usai hearing bersama dengan organisasi Disabilitas Tuban dan Persatuan Tunanetra Indonesia Tuban. (rohman)

Tinggalkan Balasan