Persatu Tuban Menang 3-1, PSBI Blitar Kecewa Kepemimpinan Wasit

0
Pemain Persatu berkostum hijau ketika menguasai bola di stadion Tuban. (rohman)

halopantura.com Tuban – Bermain di kandang para pemain Persatu Tuban menunjukan kualitasnya dengan melibas kesebelasan PSBI Blitar dengan skor 3-1, dalam kompetisi lanjutan grup 5 Liga 2 Indonesia, di Stadion Lokajaya Tuban, Sabtu sore, (15/7/2017).

Sejak menit pertama dimulai, tim kebanggaan orang Tuban tampil dengan tempo menyerang untuk mencuri poin penuh. Namun, tuan rumah justru di kejutkan dengan gol cepat dari tim tamu pada menit ke 2. Pemain Luxi Ariawan sukses merobek jalan Persatu Tuban.

Kalah 1-0, membuat tuan rumah Persatu Tuban semakin bringas mengempur pertahanan PSBI Blitar. Pada menit ke 14, Persatu Tuban berhasil menyamakan skor 1-1 melalui tendangan keras Yan Helda.

Kedudukan sama membuat Persatu semakin haus gol dengan terus melakukan serangan di jantung pertahanan lawan. Hingga akhirnya berhasil merobek jalan lawan di menit ke 37, berkat tendangan keras pemain Bima Boy Asmara.

Skor 2-1 membuat tensi kedua kesebelasan semakin memanas dan sempat terjadi kericuhan. Pertandingan sempat di hentikan kerana keputusan wasit di protes pemain PSBI Blitar sampai babak kedua di mulai lagi.

Baca : https://www.halopantura.com/pertandingan-persatu-tuban-ricuh-wasit-dikejar-pemain-psbi-blitar/

Memasuki babak kedua, ambisi Persatu Tuban untuk merebut puncak klasemen grup 5 sangat terasa. Terbukti, taun rumah berhasil mendekte  jalannya pertandingan, dan berhasilkan mengandakan gol di menit 70 oleh tendangan Wira Hadi Kusuma. Skor 3-1 bertahan hingga pertandingan usai.

“Kita bersyukur anak-anak bermain bagus dengan merebut poin penuh, tapi target gol belum puas. Karena banyak peluang yang tidak bisa menjadi gol,” kata Fahmi Fikroni, Manager Persatu Tuban.

Sementara itu, kekalahan PSBI Blitar, membuat Ali Imron, Asistan Pelatih PSBI Blitar, merasa kecewa dengan kepemimpinan Agung Setiawan, wasit pertandingan. Karena wasit asal Tegal itu dinilai kurang bijak dalam memimpin pertandingan.

“Kita sangat kecewan dengan kepemimpinan wasit, namun bukan porsi kita menilai wasit,” keluh Ali Imron, ketika jumpa pers usai pertandingan.

Ali Imron menilai bahwa kedua kesebelasan sudah tampil maksimal dalam bertandingan, dan pertandingan berjalan menarik. Tetapi pertandingan tidak berjalan sesuai harapan di karenakan kepemimpinan wasit yang dinilai tidak adil.

“Pertandingan sudah berjalan menarik, tetapi rusaknya pertandingan di karenakan keputusan wasit pertandingan. Wasit mengambil keuntungan dalam pertandingan ini, wasitnya sangat buruk hari ini,” tegas Ali Imron.

“Intinya kita datang di sini untuk persaudaraan. Tuban dan Blitar itu sangat bersaudara, namun di rusak atas keputusan wasit,” tambah Ali Imron. (rohman)

Tinggalkan Balasan