Pilkada 2020, Indopol Nilai Partisipasi Pemilih Bakal Menurun

0
Ratno Sulistiyanto Direktur Eksekutif Indopol Survey.

halopantura.com Surabaya – Lembaga Survei Indopol Survey menilai partisipasi pemilih didalam Pilkada yang digelar di tengah Pandemi Covid-19 ini bakal menurun.

“Partisipasi politik dalam pilkada 2020 pasti menurun,” kata Ratno Sulistiyanto Direktur Eksekutif Indopol Survey di acara diskusi melalui aplikasi zoom yang digagas oleh IDeA (Inisiasi Desa Dan Agraria) pada Rabu siang, (24/6/2020).

Ia menjelaskan sejumlah faktor yang mempengaruhi rendahnya partisipasi. Diantaranya, persepsi masyarakat terhadap Covid-19 yang dapat mengancam jiwanya.

“Protokol kesehatan yang ketat juga mempengaruhi, mesti ada peta analisis tren pendemi yang dituangkan dalam PKPU,” ungkapnya.

Menurutnya, hasil survey Indopol menunjukkan hasil bahwa sekitar 60 persen persepsi masyarakat lebih memilih pemulihan kesehatan dibanding ekonomi dalam masa pendemi ini. Termasuk, dimungkinkan beberapa daerah tidak dapat melaksanakan pilkada 2020 karena pandemi Covid-19.

“Rendahnya partisipasi pemilih dikarenakan perubahan metode kampanye pilkada dalam masa Covid-19, khususnya untuk peserta. Dan dinamika politik pasca pemilu 2019, biasanya semangatnya menurun. Termasuk yang dikhawatirkan pada Pilkada 2020 dalam masa Covid-19 ini adalah terjadi  malpraktek,” terangnya.

Selian itu, Indopol juga melihat pemilih datang ke TPS dari sisi kesadaran akan hak dan tanggung jawab dipengaruhi beberapa hal. Seperti profit oriented dan money politik dalam partisipasi

“Orang melihat honor atau uang yang di dapat dalam setiap yang dilakukan,” ungkapnya.

Pemberitaan sebelumnya, acara Webinar melalui aplikasi zoom itu mengangkat tema Menakar Partisipasi Pemilih Dalam Pilkada serentak 2020. Kegiatan dengan tagline Tadarus Hukum itu digagas oleh IDeA (Inisiasi Desa Dan Agraria).

Peserta diskusi itu diikuti dari berbagai kalangan profesi hingga mahasiswa dengan mendatangkan sejumlah narasumber ternama.

Baca : https://www.halopantura.com/tadarus-hukum-dpr-ri-minta-beri-kepastian-kenyamanan-pemilih-di-pilkada-2020/

Narasumber itu diantaranya ada Sulaiman Komisioner Bawaslu Provinsi Kalimantan Utara, Achmad Shohib Komisioner KPU Kabupaten Lamongan, Ratno Sulistiyanto Direktur Eksekutif Indopol Survey, Tanto Lailam Pakar HTN Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Serta dipandu oleh Labib R Peneliti IDeA. (at/roh)

Diskusi tadarus hukum melalui aplikasi zoom.

Tinggalkan Balasan