Polisi Meninggal Tersambar Kereta Api Naik Pangkat

0
Korban bersama keluarga.

halopantura.com Jombang – Anggota Sat Lantas Polres Jombang, Bripda Sheriff Gagah Hidayattulloh yang meninggal Satuan Lalu Lintas Polres Jombang karena tersambar Kereta Api (KA) Bangunkarta di perlintasan Kereta Api di Jalan Raya Desa Plosorejo, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang menerima penghargaan kenaikan pangkat.

“Almarhum mendapatkan kenaikan pangkat Briptu Anumerta, penghargaan lain sedang kami ajukan ke pimpinan,” ujar Kasat Lantas Polres Jombang, AKP Inggal Widya Perdana, Senin (18/12/2017).

Menurut Inggal, kejadian itu membuat jajarannya berduka dan merasa kehilangan. Selama ini, lanjut dia, korban merupakan anggota yang berdedikasi tinggi, ramah, disiplin dan supel (mudah bergaul).

“Kinerja almarhum rata-rata bagus, tiap target operasi selalu tercapai. Tidak pernah melakukan pelanggaran, baik etik maupun disiplin. Kalau apel dia paling tepat waktu, atur contraflow langsung sigap,” ujar mantan Kasat Lantas Madiun ini.

Almarhum merupakan polisi yang berdinas di Sub Unit BM Unit Turjawali Sat Lantas Polres Jombang sejak 11 Mei 2016 lalu. Ayah Sherif adalah seorang anggota Polri. Sheriff merupakan anak ke dua dari dua saudara pasangan Maksum (59) dan Endang Salundri Rahayu (58).

Polisi lajang itu meninggal tersambar kereta Bangun Karta Nomor Lokomotif CC 2061376 yang dimasinisi Ahmad Rouf Asal Surabaya. Ketika itu, pria kelahiran Jombang, 7 Januari 1994 itu korban bersama beberapa rekannya bertugas mengatur arus lalu lintas yang mulai padat lantaran akhir pekan.

Nah ketika KA Bangunkarta tujuan Jakarta akan melintas, korban melihat ada seorang pemotor tak dikenal dari arah barat nekat menerobos palang pintu.

Korban pun bermaksud mendekati pengendara motor tersebut untuk mengingatkan agar berhenti. Namun nahas yang bersangkutan justru tersambar kereta hingga terpental 15 meter dari lokasi. Korban dibawa ke RSUD Kertosono, namun nyawanya tak terselamatkan. (fin/roh)

Tinggalkan Balasan