Puti Guntur Tak Ingin Karya Milenial Dibatasi

0
Puti Guntur Soekarno (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Ponorogo – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno menghadiri dialog kebangsaan yang dihadiri ratusan pemuda yang tergabung dalam Smart Enterpreneur Club dan Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Malang Fauzan di Hotel Maesa, Kabupaten Ponorogo.

Tema yang diambil adalah Membangun Generasi Muda yang Mandiri dan Berwawasan Kebangsaan. Dengan mengambil tema tersebut, kedepan pemuda semakin maju dan berani dalam melakukan inovasi yang positif.

Dalam kesempatan tersebut, Puti Guntur Soekarno menyampaikan agar Smart Enterpreneur Club bisa maju dan berkembang, tentu perlu adanya peran serta dari pemerintah.

“Namun, jangan sampai membatasi dari hasil karya anak muda. Tapi, pemerintah harus memberikan fasilitas seluas-luasnya. Karena pemuda milenial itu kreatif, dan harus diberikan ruang seluas-luasnya, benar?” ujar Puti dengan dijawab benar secara kompak para peserta undangan yang hadir.

Pasangan Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul ini menceritakan kakeknya, Presiden pertama RI Soekarno yang lebih akrab dikenal Bung Karno pernah mengatakan ‘Berikan aku 10 pemuda akan aku guncang dunia’.

“Karena, di dalam perjalanan Bangsa Indonesia sampai sekarang ini yang bisa merubah itu anak muda, bukan orang tua,” ucapnya.

Peran pemuda, lanjut Puti, sangat dibutuhkan bangsa Indonesia untuk menorehkan menjadi bangsa yang kuat.

“Maka agen perubahan itu, ya para pemuda yang berani. Kalau tidak berani tidak mungkin negara kita Merdeka. Pemuda itu pandai membaca situasi, dan Bung Karno juga seperti itu. Bung Karno tidak mau negara kita dikuasai oleh negara lain,” paparnya.

Oleh karena itu, Puti memberikan motivasi kepada pemuda milenial di Jawa Timur yang getol bergerak di bidang wirausaha.

Ia mencontohkan anak keduanya Rakyan Danu Syahandra Kameron yang masih duduk di bangku SMA kelas XII ini telah menggeluti bisnis kesukaannya.

“Adik-adik disini punya kesempatan untuk berubah. Anak saya yang laki itu sejak kecil suka mobil, dan sekarang dia jual pengkilap ban, dan hasilnya ternyata lumayan. Peluang itu harus dicari dan harus diambil,” jelas Puti.

Sebelumnya, dalam diskusi tersebut, Rektor UM Malang Fauzan meminta pada anak pemuda yang mayoritas mahasiswa itu menunjukan hasil karya wirausahanya.

Mulai dari pemuda yang membuka usaha di bidang butik, fasyen, cinderamata bahkan kuliner. Sistem penjualannya dengan memanfaatkan sosial media (sosmed) secara online. Tidak hanya itu, penjualan secara offline juga dilakukan disaat pulang kuliah.

Seperti diungkapkan Pita Nirmala, mahasiswa UM Ponorogo diminta moderator acara Bambang Yuwono yang akrab disapa Logos ini untuk memberitahukan jenis usahanya.

“Saya bisnis yang bergerak di bidang fashion dengan pangsa pasar anak-anak muda perempuan seusia saya. Mulai dari kerudung, baju yang memang sangat dicari sekarang ini,” kata Pita.

Selain dia, ada peserta lainnya seperti Ridwan Yudha. Kewirausahanya membuat paper cut dengan hiasan lampu led. Penjualannya memanfaatkan sosmed Instagram dengan alamat Pecut.Led.

Dari situ, Puti Guntur langsung meng-invite instagramnya karena belum memiliki followers.

“Ini sudah saya follow instagram Pecut.Led, semakin banyak followersnya kedepan makin dikenal Pecut.Led. intinya jangan takut gagal, berani mengambil risiko, kalau tidak jangan harap bisa maju. Jangan putus mimpi,” tegas Puti Guntur Soekarno. (Bruriy Susanto*)

sumber : merdeka.com

Tinggalkan Balasan