Ramah Lingkungan, Semen Gresik Manfaatkan Gas Buang Pabrik untuk Pembangkit Listrik

0
Suasana sosialisasikan proyek pembangkit listrik dari gas buang di pabrik Semen Gresik Tuban. (rohman)

halopantura.com Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Pabrik Tuban terus melakukan trobosan dan inovasi dalam rangka menjaga pabrik yang ramah lingkungan. Salah satunya adalah dengan adanya proyek pembangunan pembangkit listik tenaga panas buang atau waste heat recovery Power Generation (WHRPG) yang dibangun perusahaan tersebut.

Proyek tersebut telah dimulai sejak tahun 2014 bekerjasama dengan JFE Enginering Jepang. Saat ini memasuki tahap akhir dari penyelesaian pembangunan dan telah di sosialisasikan kepada stackholder, di gedung Auditorium pabrik Semen Gresik Tuban, Kamis (16/7/2017).

Direktur Enginering dan Project PT Semen Indonesia, Aunur Rosyidi mengatakan bahwa Semen Indonesia saat ini sedang menyelesaikan pembangunan pembangkit listrik memanfaatkan gas buang pabrik Tuban I-IV dengan kapasitas 28 MW.

“Proyek dengan nilai investasi Rp 638 miliar tersebut merupakan proyek pertama kali yang dilakukan perusahaan dalam satu area, dan seluruh panas buang dari pabrik dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik,” ungkapnya.

“Sebelumnya perseroan telah menggunakan teknologi ini di pabrik Indarung Padang dengan kapasitas 8,5 MW dan telah beroperasi sejak tahun 2011,” tambah Aunur Rosyidi.

Lebih lanjut Aunur Rosidi, mengatakan pembangkit listrik memanfaatkan gas buang di Pabrik ini merupakan WHRPG terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Dengan dibangunnya pembangkit WHRPG, berarti Semen Indonesia mampu menghemat konsumsi listrik dari PLN sebesar 152 Juta KWH pertahun dan penghematan biaya listrik sebesar Rp 120 miliar per tahunnya.

Keberadaan WHRPG juga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 122.000 ton CO2. Sementara listrik yang dihasilkan dari WHRPG ini setara dengan sepertiga dari konsumsi empat pabrik Tuban yang mencapai 140 MW.

“Besarnya energi listrik yang dihasilkan mampu memberi nilai efisiensi yang cukup besar,” terang Aunur Rosyidi.

Selain efisiensi, perusahaan juga membuktikan bahwa pabrik yang dimiliki Semen Indonesia merupakan pabrik yang ramah lingkungan. Hal tersebut bisa dilihat dengan pengurangan emisi gas buang pada semua operasional pabrik.

“Kedepan perusahaan akan terus membangun pembangkit listrik sendiri. Hal itu sesuai strategi perusahan yakni “Manage Energy Security”. Sebagai salah satu aspek yang harus dikelola dengan baik untuk mewujudkan pertumbuhan kinerja berkelanjutan,” jelas Aunur.

Sementara Edwin Manangsang, Asisten Deputi Bidang Kerjasama Mulitilateral dan Pembiayaan dari Kementrian Koordinasi Bidang Perekonomian, mengatakan, pembangunan WHRPG ini sebagian dibiayai oleh Pemerintah Jepang melalui skema Joint Crediting Mechanism (JCM) yang merupakan kerja sama bilateral antara Pemerintah Jepang dan Pemerintah Indonesia untuk melakukan kegiatan pertumbuhan rendah karbon.

“Proyek di PT Semen Indonesia ini adalah kerjasama bilateral antara Pemerintah Jepang dan Pemerintah Indonesia yang telah dirancang sejak 3,5 tahun yang lalu,” ungkap Edwin.

Menurutnya, Implementasi keberadaan proyek tersebut merupakan upaya nyata dari kegiatan mitigasi perubahan iklim untuk penurunan emisi di Indonesia. Hal ini harus menjadi contoh kegiatan di perusahaan lain bahwa aksi nyata perubahan iklim bisa dilakukan di Indonesia.

“Teknologi yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan teknologi bersih dengan pemanfaatan panas buang pabrik semen menjadi listrik,” jelas Edwin. (*/roh)

Tinggalkan Balasan