Rebutan Proyek, Teman Sendiri di Pidanakan Sampai Meja Hijau

0
Terdakwa ketika menjalani persidangan di PN Tuban, Rabu, (7/2/2018).

halopantura.com Tuban – Gara-gara rebutan proyek, Pujiharto (49), warga asal Desa Karangasem, Kecamatan Jenu, Tuban harus rela berurusan dengan aparat penegak hukum. Pasalnya, dia dilaporkan oleh temannya sendiri atas tuduhan pencemaran nama baik.

Saat ini kasus tersebut telah masuk ke meja hijau Pengadilan Negeri (PN) Tuban dengan Ketua Majelis Hakim Erslan Abdillah, di dampingi dua anggota Hakim. Sidang lanjutan itu telah menghadirkan keterangan saksi dari terdakwa, Rabu, (7/2/2018).

“Sidang dilanjutkan minggu depan dengan agenda tuntutan,” jelas Radityo, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban usai persidangan.

Kejadian itu bermula saat terdakwa bersama rekan-rekan pengusahaan mengiku lelang proyek PT Teknotama Internusa Lingkunag (PT TLI). Proyek itu untuk pembangunan pagar dan gorong-gorong yang berada di Desa Karangasem, Kecamatan Jenu – Tuban.

Selama proses lelang diduga ada kesepakatan untuk meloloskan salah satu pihak. Akhirnya lelang proyek itu dikerjakan oleh PT Setumbun Ray Asri milik Kusnan dengan total nilai proyek lebih dari Rp 900 juta.

Setelah itu dilakukan peletakan batu pertama pada pertengahan bulan Desember 2016 silam oleh pemenang lelang. Tak lama berselang, datang terdakwa disebuah warung yang tak jauh dari peletakan batu pertama dengan membawa kerta foto copy berupa surat pernyataan kesepakatan lelang pada tanggal 6 Oktober 2016.

“Kerta fotocopy itu dibagikan terdakwa kepada orang-orang yang berada di warung,” terang Radityo kepada wartawan ini.

Setelah membagi kerta itu, terdakwa mengatakan kepada orang-orang yang ada di warung. Yakni “proyek ini seharusnya saya yang mengejakan, bukan Kusnan. Kusnan sudah menipu saya, kalau dia tidak mau memberikan uang 200 juta, sesuai kesepakatan surat, tolong proyek ini jangan dikerjakan soalnya saya sudah ditipu mentah-mentahan, ini buktinya kalau saya sudah ditipu oleh Kusnan”.

“Perbuatan terdakwa telah menyerang nama baik (Kusnan, red). Sehingga terkena ancaman pidana dalam pasal 310 ayat 1 KUHP,” ungkap Jaksa muda itu.

Usai mengatakan itu terdakwa diduga menghalangi-halangi mobil angkutan material bangunan yang ingin masuk ke lokasi proyek. Tak terima dengan perbuatan tersebut, Kusnan akhirnya melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib hingga berujung ke meja hijau ini.

“Pujiharto dalam kejadian itu tidak pernah menghalang-halangi mobil angkutan meterial yang ingin masuk ke lokasi proyek,” kata Rokim, saksi dari terdakwa dihadapan Majelis Hakim Tuban.

Sementara itu, Humas PN Tuban, Donovan Akbar Khusuma, usai persidangan menjelasakan kasus itu terkait pencemaran nama baik. Serta sidang dilanjutkan akan dilaksanakan pada Rabu tanggal 14 Februari 2018 dengan agenda pembacaan tuntutan hukuman pidana terhadap terdakwa.

“Sidang selanjutnya dengan agenda pembacaan tuntutan,” terang Donovan Akbar Khusuma. (rohman)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here