Rektor Unirow : Kita Larang Mahasiswa Kami Masuk Ormas HTI

0
Rektor Unirow Tuban ketika di wawancarai media Tuban. (rohman)

halopantura.com Tuban – Suara lantang bahwa ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tak boleh tumbuh di kampus ditegaskan oleh orang nomor satu di kampus Unirow Tuban. Hal itu didasari bahwa kampus tersebut telah mendeklarasikan antri radikalisme dan ormas tersebut dilarang pemerintah.

“Kita larang mahasiswa kami masuk ormas HTI. Karena kampus ini telah mendeklarasikan anti radikalisme bersama dengan perguruan tinggi se-Jatim,” ungkap Supiana Dian Nurtjahyani, Rektor Unirow Tuban, Selasa, (25/7/2017).

Rektor Unirow menyoroti bahwa organisasi yang resmi diakui oleh kampus berupa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perakilan Mahasiswa (DPM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan organisasi Himaprodi. Selanjutnya, jika ada atribut HTI yang masuk dikampus akan ditindak tegas.

“Jika ada atribut HTI yang masuk kampus, maka akan kita bersihkan dan perbuatan tersebut jelas melanggar aturan. Karena organisasi itu buka resmi dari kampus,” beber Rektor Unirow Tuban.

Rektor Unirow juga mengaku dulu antribut HTI pernah masuk dikampus, sebelum ormas tersebut dibubarkan oleh Pemerintah. Karena ormas tersebut dianggap bertentangan dengan ideologi Negara, Pancasila.

“Sebelum saya menjadi Rektor, dulu pernah melihat sekilas atribut itu (HTI, red) ada di kampus, seperti pada jaket yang dipakai mahasiswa. Namun sejak saya menjadi rektor sudah tidak ada lagi hingga sekarang,” kenang Rektor Unirow Tuban.

Untuk menangkal ormas terlarang itu, Rektor menjelaskan bahwa para mahasiswa telah diberikan wawasan dan sosialiasi tentang organisasi yang diijinkan dikampus. Serta meminta kepada mahasiswa untuk tidak mengatasnamakan lembaga kampus untuk kepentingan pribadi.

“Jangan mengatsanamakan lembaga kampus untuk kepentingan sendiri, seperti demo pakai atribut kampus, maka itu gak boleh,” ungkap Rektor Unirow.

Namun begitu, Rektor tetap memberikan kebebasan bagi mahasiswa untuk mengikuti organisasi di luar kampus yang organiasi itu diakui oleh pemerintah. Karena dengan organiasi dapat melatih skil dan kepemimpinan mahasiswa.

“Diluar kampus mahasiswa boleh ikut organisasi, tetapi organisasi diakui pemerintah dan bukan organisasi yang dirang pemerintah,” terangnya.

Baca : https://www.halopantura.com/pemkab-tuban-hapus-gen-dan-jejak-ormas-hti-di-bumi-wali/

(rohman)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here