Satu Rumah di Nganjuk Diesksekusi untuk Jalur Tol

0
Suasana eksekusi dilokasi kejadian. (Z Arifin)

halopantura.com Nganjuk – Sebuah rumah dan lahan milik Farid warga RT 01/ RW 04, Desa Waung, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk,  dengan paksa telah dieksekusi oleh PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) Tol Kertosono Mantingan, Kamis (2/11/2017). Eksekusi dilakukan setelah sebelumnya pemilik diminta untuk mengkosongkan lahan itu pada beberapa bulan lalu.

Dua alat berat Excavator didatangkan, dan dalam hitungan menit bangunan yang terbuat dari tembok itu rata dengan tanah. Sejumlah aparat dari Polres Nganjuk disiagakan untuk melakukan pengamanan selama berlangsungnya eksekusi tersebut.

Hariyanto, Kuasa Hukum Farid, pemilik rumah mengatakan, eksekusi tersebut seharusnya masih bisa ditunda. Pasalnya, pihaknya masih melakukan upaya hukum dan lahan tersebut masih belum selesai proses hukumnya yakni belum ada kesepakatan harganya. Pemilik lahan juga belum mengambil ganti rugi yang dimintanya yakni Rp 1 juta per meter.

“Harga yang diberikan PPK seharusnya lahan untuk jalan tol itu ada tiga jenis, yakni Tanah sawah, pekarangan dan rumah. Dirumah ini ketiganya tidak ada bedanya. Artinya, bangunan yang ada diatas tanah tersebut tidak dinilai dan hanya lahannya saja yang dinilai Rp 360 ribu per meter,” katanya.

Tim PPK Tol, Tri Wiyoso mengungkapkan, lahan tersebut memang sudah waktunya untuk dilakukan eksekusi, dengan alasan batas waktu pengosongan sudah melebihi yang ditentukan. Kalaupun itu masih menjadi masalah di Pengadilan, pihaknya mempersilahkan pemilik lahan untuk melakukan gugatan.

“Tanah ini sudah waktunya dibutuhkan untuk kepentingan jalan tol. Jadi PPK tetap melakukan eksekusi,” ucap Tri Wiyoso. (fin/roh)

Tinggalkan Balasan