Survei Indopolling, Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Raih 73,0 Persen di Dapil Jatim IX

0
Jokowi-Ma’ruf bersama tim sukses. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

halopantura.com – Menjelang pencoblosan, Indopolling Network mengeluarkan hasil survei terhadap elektabilitas capres-cawapres untuk Pemilu 2019 di Dapil Jawa Timur (Jatim) IX meliputi Kabupaten Bojonegoro dan Tuban. Hasilnya, pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin masih unggul.

“Hasil simulasi kertas suara di Dapil Jatim IX, pasangan Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin jauh mengungguli rivalnya, dengan elektabilitas sebesar 73,0 persen. Adapun elektabilitas pasangan Prabowo –Sandiaga Uno hanya sebesar 11,3 persen. Potensi pemilih yang belum menentukan pilihan capres tersisa sebesar 15,8 persen,” kata Direktur Indopolling, Wilhelmus Wempy dalam rilisnya, Jumat, (12/4/2019).

Menurutnya, survei itu dilakukan selama periode akhir maret 2019 dengan jumlah sampel sebesar 880 responden. Sampel menyebar proporsional di seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Tuban dan Bojonegoro.

“Margin of Error (MoE) pada survei ini kurang lebih 3,2 persen dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen,” jelas Wilhelmus Wempy.

Selain itu, Direktur Indopolling, menyatakan dari hasil survei yang dilakukan, saat ini Dapil Jatim IX menjadi wilayah pertarungan antara PKB dengan PDI-P. Elektabilitas kedua partai tersebut berhimpitan dengan selisih yang sangat tipis.

“Pada simulasi dengan menggunakan kertas suara yang menyertakan nama caleg DPR RI, PKB berada di posisi teratas dengan elektabilitas sebesar 21,6 persen,” tambahnya.

Disusul oleh PDI Perjuangan sebesar 20,9 persen, Partai Golkar 8,9 persen, Partai Nasdem 6,0 persen, Partai Gerindra 4,2 persen, Partai Demokrat 3,3 persen dan PPP sebesar 2,7 persen. Elektabilitas partai lainnya masing-masing dibawah 2 persen.

“Potensi pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) masih tersisa sebesar 27,3 persen,” terang Wilhelmus Wempy.

Ia menjelasakan untuk sistem perhitungan kursi saint league, PKB, PDI-P dan Partai Golkar bisa dipastikan masing-masing telah mengamankan satu kursi untuk DPR RI dari 6 kursi yang diperebutkan di dapil tersebut. Tiga kursi sisa lainnya berpotensi diperebutkan oleh PKB, PDI-P, Partai Nasdem, Partai Gerindra dan Partai Demokrat.

“Untuk partai Nasdem, catatannya apakah secara nasional partai tersebut mampu lolos dari ambang batas parlemen (parliementary threshold),” jelas Wempy.

Wempy melanjutkan, kursi DPR RI untuk PDI- Perjuangan berpotensi kembali diisi oleh wajah lama petahana yakni Abidin Fikri. Sedangkan untuk kursi DPR RI dari PKB, masih akan menjadi pertarungan antara Lukmanul Hakim dengan Ratna Juwita Sari.

“Partai Golkar berpotensi diwakili oleh wajah baru Haeny Relawati, mantan bupati Kabupaten Tuban. Figur-figur tersebut merupakan caleg dengan modal elektabilitas tertinggi dimasing-masing partainya,” ungkapnya.

Baca : https://www.halopantura.com/dapil-ix-jatim-suara-pkb-unggul-versi-survei-indopolling/

Pada pertanyaan terbuka (top of mind), Wempy menjelasakan terkait caleg yang akan dipilih secara berturut-turut adalah Abidin Fikri mencapai 6,9 persen, Hj. Ratna Juwita Sari 3,9 persen, Lukmanul Hakim 3,8 persen, Haeny Relawati 3,6 persen, Suyoto 3,3 persen, Wihadi Wiyanto dan Farida Hidayati masing-masing sebesar 1,7 persen.

“Elektabilitas nama figur lainnya masing-masing dibawah 1 persen. Meski demikian, mayoritas pemilih secara spontan belum menyebutkan pilihannya (undecided voters) hingga mencapai 67,3 persen,” pungkasnya. (rohman)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here