Tahun Anjing Kayu, Shio Naga dan Anjing Diminta Waspada

0
Hendra Susanto, ketika di temui di Klenteng Tuban. (rohman)

halopantura.com Tuban – Shio di tahun baru imlek 2018 ini adalah anjing kayu. Sehingga masyarakat yang memiliki shio naga dan anjing di minta waspada dalam menjalankan segala aktivitas.

“Pemilik shio anjing dan naga perlu berhati-hati di tahun ini, karena shio di tahun ini adalah anjing kayu,” kata Hendra Susanto, ahli Jiamsi Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, Jum’at, (16/2/2018).

Orang-orang yang memiliki shio anjing lahir pada tahun 1922, 1934, 1946, 1958, 1970, 1982, 1994, 2006 dan 2018. Sedangkan shio naga Lahir di Tahun 1916, 1928, 1940, 1952, 1964, 1976, 1988, dan 2000.

“Pemilik shio anjing dan naga juga perlu waspada disebabkan tahun ini adalah tahun anjing kayu. Karena anjing dengan anjing selalu kres, temasuk naga dengan anjing musuhan,” tambah Hendra Susanto.

Selain itu pemilik dua shio tersebut di tahun ini juga akan banyak ujian dalam menghadapi usaha atau bisnis yang dilakoninya. Tetapi menurut dia, orang yang memiliki dua shio itu diminta selalu berusaha dan pantang menyerah.

Bahkan supaya terhindar dari hal yang negatif, maka pemilik dua shio tersebut di sarankan untuk lebih mendekatkan pada Tuban.

“Supaya terhindar dari hal negatif (pemilik shio anjing dan naga, red) perlu memperbanyak doa, bersedakah dan mendekatkan pada Tuhan,” ungkap Hendra Susanto ketika di temui disela-sela perayaan imlek di Klenteng Tuban.

Namun begitu, Hendra Susanto, memprediksikan di tahun shio anjing kayu ini persoalan bangsa dan perekonomian akan terus membaik. Karena anjing sendiri suka damai dan suka ketentraman.

“Pada tahun ini tidak ada kasus yang aneh-anek, tidak tahu jika ada sisa kasus yang kemarin belum selesai. Persoalan perekonomian secara pelan-pelan akan membaik,” terang ahli Jiamsi tersebut.

Lebih lanjut, Hendra Susanto meminta agar masyarakat di tahun ini (shio anjing,red) tidak usah perlu tegang. Hal itu dikarenakan karakter anjing itu paling loyalitas, jujur dan adil.

“Tahun ini tidak membahayakan, makanya masyarakat biasa-biasa aja, dan tak perlu tegang dalam menjalankan usaha,” tegasnya. (rohman)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here