Target 2025 Kilang Tuban Beroperasi, Butuh 5 Ribu Tenaga Outsourcing

1
Ilustrasi kilang. (Ist)

halopantura.com Tuban – Kilang Minyak New Grass Root Refinery (NGRR) yang direncanakan berdiri di wilayah Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, ditargetkan pada tahun 2025 sudah beroperasi.

Namun sampai saat ini, proses pembangunan itu masih terkendala pembebasan lahan milik warga. Pasalnya, warga masih belum mau menjual lahannya untuk kepentingan kilang.

“Jika tidak ada kendala, target operasi kilang minyak Tuban pada tahun 2025,” kata Projek Koordinator NGRR, Kadek Ambarajaya, Senin, (25/2/2019).

Menurutnya, selama kilang beroperasi nanti akan membutuhkan ribuan tenaga kerja. Diantaranya, sekitar 2500 orang dari Pertamina, dan 5000 tenaga outsourcing.

“Keberadaan kilang itu jelas memberikan multi effect buat masyarakat,” tambah Kadek Ambarajaya.

Ia pun membeberkan selama kontruksi pendirian kilang membutuhkan waktu sekitar 6 tahun, dan juga menyerap puluhan ribu tenaga kerja. Di tahun 2019 membutuhkan 2 ribu orang.

Setelah itu, di tahun 2020 membutuhkan 7 ribu sampai 8.500 tenaga kerja. Kemudian di tahun 2023 membutuhkan tenaga kerja sekitar 30 ribu sampai 45 ribu orang.

“Pada 2025 membutuhkan tenaga kerja 2500 orang sampai 5 ribu orang,” beber Kadek panggilan akrabnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan rencana kontribusi kilang minyak Tuban buat masyarakat ada beberapa hal. Salah satunya bidang pendidikan ada beasiswa untuk siswa berprestasi di Migas Cepu.

“Termasuk kontribusi memberikan keterampilan buat warga,” ungkap Kadek.

Sebatas diketahui, saat ini penetapan lokasi (Penlok) pengadaan tanah untuk pembangunan kilang minyak  berada diwilayah kecamatan Jenu telah muncul. Target selesai pembebasan lahan selama dua tahun.

Baca : https://www.halopantura.com/pembangunan-kilang-ada-152-rumah-warga-dan-8-mushola-terancam-dipindah/

Baca : https://www.halopantura.com/pembangunan-kilang-ada-152-rumah-warga-dan-8-mushola-terancam-dipindah/

Dengan luas tanah untuk pembangunan kilang sekitar sekitar 841 hektar, terdiri dari lahan milik KLHK, tanah warga, dan tanah Perhutani. Berada di tiga desa yakni Desa Wadung, Sumurgeneng, dan Kaliuntu. (rohman)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here