Taruna Tani Kecamatan Gayam Belajar Pasarkan Produk Pertanian

0
Pemaparan terkait pemasaran produk pertanian. (Galuh Setiyadi)

halopantura.com Bojonegoro – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro menggelar pelatihan pemasaran dan pengelolaan website bagi Taruna Tani di Desa Gayam, Brabowan, Mojodelik dan Bonorejo, Kecamatan Gayam, Sabtu (24/03/2018).

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Belajar Petani di Kecamatan Gayam tersebut membahas tentang strategi dan pemanfaatan website dan media sosial sebagai sarana pemasaran hasil pertanian.

Dalam pelaksanaannya pihak LPPM Unigoro menghadirkan narasumber Anka Mulia Ikhsan, pelaku usaha jual beli online yang sudah cukup lama berkecimpung dalam bisnis tersebut.

Selain itu, juga menghadirkan perwakilan Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) selaku mitra LPPM dalam pelaksanaan program sekolah lapang pertanian dan ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro (YSB), Arief Januarso, S.Sos., M.Si., yang juga merupakan seorang pengusaha sukses dari Bojonegoro.

Dalam materinya, narasumber Anka Mulia Ikhsan banyak membahas ihwal pengalamannya selama menjalani bisnis online hingga kini memiliki omset yang cukup besar.

Ia juga menjelaskan secara rinci alur melakukan bisnis online hingga barang atau produk yang dijual dapat diterima dan laku di pasaran.

“Untuk bisnis online, kita memang harus bisa terlebih dahulu mengidentifikasi barang yang akan kita jual agar mudah dalam memasarkannya dan menonjolkan keunggulannya agar menarik minat konsumen,” ujarnya.

Menurutnya, dalam hal memasarkan produk hasil pertanian juga tidak terlalu berbeda caranya, salah satunya dengan menemukan basis market yang sesuai dan mampu menonjolkan produknya untuk dapat dilirik pembeli.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua YSB, Arief Januarso, yang mengatakan bahwa saat ini anak-anak muda yang menjadi petani harus mampu mengikuti perubahan zaman dan perilaku pembeli dalam melihat peluang.

Banyaknya E-Commerce yang ada saat ini harus mampu dimanfaatkan dalam hal memasarkan hasil pertanian yang ada.

“Saya yakin taruna tani yang hadir saat ini semuanya tahu dan sudah familiar dengan media sosial dan website jual beli online, dalam hal ini kita memang harus mengubah mindset dan cara marketing produk pertanian agar dapat dibeli oleh banyak orang tidak terbatas di Bojonegoro, di era saat ini peluang sukses di marketing online sangat lebar,” ucapnya. (luh/roh)

Tinggalkan Balasan