Tekan Silpa, Ketua DPRD Tuban Minta Eksekutif Kerja Keras untuk Penyerapan Anggaran P-APBD 2021

0
H. Miyadi, Ketua DPRD Tuban. (dok, rohman)

halopantura.com Tuban – Ketua DPRD Tuban H. Miyadi menyatakan pemerintah atau eksekutif punya waktu tiga bulan setengah untuk menyerap anggaran sekitar Rp 2,8 triliun di Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) Tuban tahun 2021. Oleh sebab itu, ia meminta eksekutif untuk kerja keras agar penyerapan anggaran maksimal dan nantinya bisa menekan angka sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) di akhir tahun ini.

“Kalau tidak ditekankan betul (kerja keras, red), maka akan terjadi silap diakhiri perhitungan P-APBD tahun 2021,” ungkap H. Miyadi, Sabtu, (28/8/2021).

Untuk memaksimalkan penyerapan anggaran, maka semua Komisi DPRD Tuban diminta terlibat secara aktif dalam pengawasan terhadap program-program yang telah direncanakan eksekutif di P-APBD tahun ini. Terlebih pengawasan terhadap pekerjaan proyek infrastruktur jalan yang direncanakan mencari sekitar Rp 200 miliar.

“Semua Komisi akan kita gerakan untuk mengawasi, terutama di bidang pembangunan secara fisik karena ini banyak di infrastruktur, jalan lingkungan, jembatan dan lain-lainnya,” ungkap H. Miyadi yang juga menjabat Ketua DPC PKB Tuban.

Pasca penetapan P-APBD tahun anggaran 2021, H. Miyadi mengungkapkan dalam waktu dekat akan memberikan tugas di masing-masing komisi untuk menggelar rapat kerja (raker) dengan masing-masing mitra eksekutif. Kegiatan itu dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana program sudah direncanakan sampai mana, kapan pelaksanaan, dan pelaksanaan sampai dimana.

“Hal itu harus dikawal betul agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Ketua DPRD Tuban.

Lebih lanjut, Ketua DPRD Tuban menegaskan eksekutif harus bekerja keras karena pembangunan fisik itu (infrastruktur, red) tidak bisa dikerjakan secara singkat tetapi membutuhkan waktu lama dan sesuai perencanaan. Maka setiap perencanaan harus profesional, cepat, dan pelaksanaan harus dihitung hati-hati.

“Kalau sampai terjadi kemunduran, nanti akan terjadi persoalan di belakang hari,” pungkasnya. (rohman)

Tinggalkan Balasan