Tim Labfor Polda Jatim Selidiki Kebakaran BTPN Bangkalan

0
Kobaran api menghanguskan kantor BTPN Bangkalan. (Shohibul Khoir)

halopantura.com Bangkalan – Kebakaran hebat terjadi di kantor Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) yang berada di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Pejagan, Kacamatan Bangkalan, Senin pagi (5/6/2017), sekitar pukul 04.15 Wib.

Hingga kini belum jelas penyebab secara pasti kebakaran kantor itu dan masih dalam penyelidikan tim laboratorium foresensik (Labfor) Polda Jatim. Namun beruntung dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa yang meninggal dunia.

“Kantor beserta isinya kelihatanya habis mas, karena api terus membesar,” terang Arif, salah satu warga yang berada di lokasi.

Selain itu, warga yang mengetahui kobaran api itu langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwewenang dan menghubungi mobil pemadam kebakaran. Serta warga sekitar juga berbondong – bondong menyaksikan kobaran api tersebut.

“Warga banyak yang datang melihat dan tadi ada juga warga yang menghubungi mobil pemadam,” terang  Arif.

Selang beberapa menit mobil pemadam kebakaran datang dilokasi kejadian untuk menjinakan api tersebut. Namun, api terus membesar karena didalam kantor itu banyak dokumen yang mudah terbakar.

Bahkan, petugas PLN Bangkalan juga datang dilokasi untuk memutus aliran listrik. Hingga akhirnya, amukan si jago merah bisa dipadamkan sekitar satu jam lebih dengan kondisi kantor bank berubah menjadi arang.

Selanjutnya, anggota Polres Bangkalan juga langsung turun di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna proses penyelidikan lebih lanjut. Penyebat kebakaran itu belum diketahui secara pasti dan termasuk kerugian dari kebakaran itu.

“Untuk memastikan apa penyebab dari kebakaran tersebut, kami akan melibatkan tim laboratorium foresensik Polda Jawa Timur,” jelas Kasat Reskim Polres Bangkalan, AKP Anton Widodo.

Sementara itu, akibat kejadian itu pelayanan kepada para nasabah akan di alihkan ke tempat lain. Hal itu diungkapkan Roni, salah satu pegawai BTPN Kecamatan Bangkalan.

“Pelayanan nasabah tidak bisa di lakukan di sini. Bisa saja di Surabaya. Dan juga di Sampang,” ungkapnya. (sk/roh)

Tinggalkan Balasan