Tingkatkan Mutu Pendidikan, 79 Guru Tuban Mendapat Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas

1
Suasana pembukaan lokakarya PTK di Tuban. (Musyafa)
Suasana pembukaan lokakarya PTK di Tuban. (Musyafa)

halopantura.com Tuban – Putra Sampoerna Foundation (PSF) bekerjasama dengan Pemkab Tuban dan ExxonMobil terus berkontribusi untuk memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Tuban. Hal itu ditunjukan dengan Lokaraya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diikuti sebanyak 79 guru di wilayah Tuban dari berbagai lembaga pendidikan.

Lokaraya itu dilaksanakan di Pusat Belajar Guru, di Jalan Panglima Sudirman, Tuban, selama dua hari, sejak Sabtu (13/5/2017) sampai Minggu (14/5/2017). Dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun rencana dan melaksanakan PTK yang nantinya dapat diterapkan dengan baik untuk peserta didik.

“Kita sangat mendukung kegiatan itu. Karena guru adalah ujung tombak untuk mencerdaskan bangsa,” terang Rasmani, Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan Tuban.

Menurutnya, dinas sangat terbantu dengan kegiatan pelatihan ini yang nantinya bisa diterapkan dengan baik untuk proses mengajar. Terlebih kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas ilmu guru dalam rangka mengajar dengan baik.

Pemberian cinderamata untuk Dinas Pendidikan Tuban. (Musyafa')
Pemberian cinderamata untuk Dinas Pendidikan Tuban. (Musyafa’)

“Kita berharap guru yang  menjadi peserta PTK ini bisa menerapkan ke siswa didik. Agar mutu pendidikan kita bisa semakin meningkat,” tegas Rasmani ketika acara pembukan kegiatan itu.

Sementara itu, Pengawas School Development Progam (SDP) dan Non SDP, M Syaichon, menjelaskan, kegiatan yang dilakukan PSF yang melibatkan kerjasama dari beberapa pihak. Diantarnya kerjasama dengan Pemkab Tuban dan juga pengawas yang ditunjuk PSF.

“Dana untuk pelatihan ini dari CSR Exxonmobil,” terang M Syaichon.

Beberapa materi yang disampaikan dalam pelatihan itu diantaranya konsep PTK, identifikasi masalah, kerangka berpikir dan hipotesis. Selanjutnya meteri tentang metode PTK, penyusunan kerangka operasional, penyusunan perangkat instrumen PTK, analisis hasil penelitian dan refleksi, serta beberapa materi lain yang dibutuhkan guru.

“Diharapkan program ini dapat membantu guru dalam proses mengajar dan nantinya juga akan ada evaluasi terkait kegiatan ini,” tambah M Syaichon.

Sebatas diketahui, Fasilitator yang membantu para guru berlatih dalam kegiatan itu diantaranya, Dr. Wahono Widodo, M.A, Prof Dr Lies Amin Lestari, M.A, M.Pd, Drs Nasution, M.Hum, M.Ed, Ph.D, dan Prof. Dr. Lutfiyah Nurlaela, M.Pd.

Serta Program SDP di Tuban ini sudah berjalan selama hampir tiga tahun. Beberapa program yang sudah dijalankan diantaranya perbaikan infrastruktur tempat belajar, manajemen pembelajaran guru, peningkatan kapasitas siswa dengan program ekstrakkurikuler, dan beberapa kegiatan lainnya. (mus/roh)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan