Tren Naik, Kasus Positif Covid-19 di Jombang Jadi 26 Orang

0
Budi Winarno, Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Jombang.

halopantura.com Jombang – Kasus pasien positif COVID-19 di Kabupaten Jombang kembali bertambah satu orang. Hingga Rabu sore (20/5/2020), jumlah kasus di Jombang yang terinfeksi virus corona sebanyak 26 orang.

“Ya, hari ini ada tambahan satu orang positif terkonfirmasi COVID-19,” kata Budi Winarno, Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Jombang.

Pasien positif ke 26 tersebut seorang laki-laki berinisial AS berusia 28 tahun. Pasien asal Kecamatan Sumobito tersebut diduga terpapar virus corona di tempat kerjanya di sebuah pabrik di Mojokerto. Selama ini, laki-laki itu kondisinya sehat dan tidak menunjukkan gejala.

“Dia kategori OTG (Orang Tanpa Gejala). Bekerja sebagai pegawai pabrik di Mojokerto,” jelas kepala Dinas Kominfo Pemerintah Kabupaten Jombang tersebut.

Budi menambahkan, saat ini yang bersangkutan sudah menjalani isolasi dan perawatan di RSK Mojowarno, Jombang. Gugus Tugas COVID-19 Jombang masih melacak sumber yang diduga menyebabkan tertularnya pasien positif itu.

“Kami terus melakukan kontak tracing, melihat berbagai kemungkinan sumber penularan, termasuk mengecek siapa yang kontak langsung dengan pasien positif itu,” ujarnya.

Budi menambahkan, jaga jarak dengan orang lain, menggunakan masker, tidak keluar rumah kecuali urusan mendesak, dan cuci tangan pakai sabun sesering mungkin adalah kunci mencegah serta memutus penularan COVID-19.

“Tidak perlu panik, terpenting lakukan langkah pencegahan sesuai aturan pemerintah. Selain itu, jangan pernah memandang buruk pasien COVID-19, justru kita harus memotivasi mereka,” imbuhnya.

Berdasarkan data di dinas kesehatan, dari 26 orang pasien positif, 10 orang menjalani isolasi di RSUD Jombang; 6 pasien dirawat di RSUD Ploso; 1 pasien di RSK Mojowarno; 3 orang isolasi mandiri; 2 orang dirawat di RS Royal Surabaya; dan 1 pasien di RKZ Surabaya; 2 orang dinyatakan telah sembuh, dan 1 orang terkonfirmasi meninggal.

Untuk data perkembangan Orang Dalam Pemantauan (ODP), kata Budi, jumlahnya sebanyak 638 orang. Dari jumlah itu, 612 orang dengan kondisi sehat dan 3 orang meninggal, serta 26 orang masih dalam tahap pemantauan.

Sementara, data perkembangan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Jombang secara kumulatif sebanyak 21 orang. Dari 21 orang tersebut, 3 orang telah selesai pemantauan 14 hari dan 4 orang isolasi mandiri, 5 orang meninggal dunia, 8 orang masih menjalani perawatan di RSUD serta 1 orang menjalani isolasi mandiri di RSK Mojowarno. (fin/roh)

Tinggalkan Balasan