Tuan Rumah Juara, Bupati Tuban Puji Pelaksanaan Liga Santri Nusantara Region II Jatim

0
Bupati Tuban H. Fathul Huda, menyerahkan tropi juara I kepada kesebalasan PP Mansyaul Huda 2 Senori. (rohman)

halopantura.com Tuban – Liga Santri Nusantara (LSN) Region II Jawa Timur U-17 yang diselenggarakan di Kabupaten Tuban resmi berakhir. Pertandingan penutup mempertemukan tuan rumah dari Pondok Pesantren (PP) Mansyaul Huda 2 Senori melawan PP Sunan Drajad Lamongan, di Stadion Bumi Wali Tuban, Sabtu, (26/10/2019).

Dalam pertandingan final itu, tim PP Mansyaul Huda 2 Senori keluar sebagai juara setelah mengalahkan tim tamu dengan skor 2-1. Kegiatan itu menuai pujian dari Bupati Tuban H. Fathul Huda lantaran kompetisi berlangsung dengan tertib.

“Terima kasih, Liga Santri Nusantara ini berjalan dengan tertib, tidak ada tawuran antar pemain dan suporter. Semua tertib, Ini adalah identitas pesantren dan santri,” ungkap Bupati Tuban dalam penutupan acara.

Menurutnya, kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi antara santri dari berbagai pesantren yang ada di Jatim. Kemudian ini juga untuk menjaga kesehatan jasmani para santri salah satunya melalui sepak bola.

“Santri itu latihan kapan, tetapi permainannya sudah bagus, dan mudah-mudahan bisa dikembangkan dengan baik,” ungkap Bupati Tuban.

Hal sama juga disampaikan Noor Nahar Hussein Wakil Bupati Tuban. Ia mengaku bangga dengan pelaksanaan liga santri nasional ini karena berjalan ramai, tertib dan tidak ada tawuran.

“Kedepan kita akan bina untuk menjadi atlet yang handal,” terang Noor Nahar Hussein.

Sementara itu, Ketua Pelaksana LSN Region 2 Jawa Timur, H. Fredy Ardlian Syah, menyampaikan terima kasih buat para santri dan pondok pesantren yang telah mengikuti kegiatan ini. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan ruang bagi para remaja di lingkungan pesantren agar bisa mengisi waktu luangnya dengan kegiatan yang positif, dan bermanfaat.

“Liga Santri ini juga untuk menggali potensi sepak bola di lingkungan pesantren dan menumbuhkan semangat sportivitas. Termasuk menumbuhkan jiwa persahabatan dan solidaritas antar santri dari masing-masing pondok pesantren,” beber Gus Fredy panggilan akrabnya.

Sebatas diketahui, kompetisi LSN di Tuban ini diselenggarakan selama 6 hari dan berakhir  26 Oktober 2019 . Dengan diikuti sebanyak 16 tim dari 9 Kabupaten di Jatim.

Jumlah tim itu terdiri dari Kabupaten Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto Kota dan Kabupaten Jombang, dan Malang Raya. (rohman)

Tinggalkan Balasan