Tuban Surplus Beras Sampai 241 Ribu Ton di Tahun 2018

0
Petani Tuban ketika sedang panen padi. (rohman)

halopantura.com Tuban – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tuban menyampaikan wilayah Bumi Wali Tuban mengalami surplus beras mencapai sekitar 241 ribu ton di tahun 2018.

“Angka sementara di tahun 2018, Tuban surplus beras mencapai 241.402 ton atau 60 persen,” ungkap Kepala DPKP Tuban, Murtaji, Rabu, (9/1/2019).

Ia menjelaskan luas tanam padi di Kabupaten Tuban pada tahun 2018 mencapai 107.636 hektar dengan luas panen 106.135 hektar. Dari jumlah itu mampu produksi 634.369 ton padi dengan kebutuhan bibit mencapai 2.691 ton setiap tahun.  

“Selanjutnya, untuk jumlah produksi gabah kering giling di tahun 2018 mencapai 631.678 ton, dan bila dikonversi ke beras mencapai 399.221 ton,”  terang Murtaji kepada wartawan ini.

Kemudian mantan Camat Bancar itu mengungkapkan, angka konsumsi beras rata-rata pada tahun 2018 sebesar 120 kg per jiwa pertahun dengan jumlah penduduk Tuban mencapai 1,3 juta jiwa. Sehingga kebutuhan atau total konsumsi beras di tahun 2018 mencapai 157.819 ton.

“Dari perhitungan tersebut, Tuban mengalami surplus beras dengan angka sementara mencapai 241.402 ton selama 2018. Rata-rata selama lima tahun terakhir ini, Tuban surplus beras mencapai 207.376 ton,” terangnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan surplus beras ini tidak terlepas dari upaya Pemkab Tuban dalam memfasilitasi program pertanian, seperti penyediaan benih, pupuk bersubsidi, dan irigasi. Sehingga, setiap tahunnya mampu surplus beras dan ini sebuah prestasi buat Tuban karena bisa menyumbang beras buat kebutuhan Nasional.

Selain itu, Pemkab Tuban juga terus menggenjot beberapa pelatihan bagi petani dan menyediakan beberapa peralatan pertanian agar kebutuhan beras terus surplus. “Dengan surplus beras, Tuban tidak takut kekurangan beras,” ungkap Murtaji.

Dari segi pengawasan, Murtaji menegaskan, dinas selalu melakukan pendampingan dan peyuluhan baik ketika akan tanam sampai panen dengan melibatkan semua elemen masyarakat. Tidak kalah pentingnya, inovasi yang dilakukan kelompok tani  juga memberikan kontribusi positif bagi peningkatan panen, dan kemajuan pertanian secara signifikan di wilayah Tuban.

“Semua terlibat dalam rangka meningkatkan kemajuan dan hasil panen padi di Tuban, hingga surplus beras, dan itu harus dipertahankan,” pungkasnya. (rohman)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here