Tujuh Bulan, Kebakaran di Bumi Wali Mencapai 14 Kejadian, Kerugian Rp 1 M

0
Petugas pemadam kebakaran Tuban ketika menjinakan api.

halopantura.com Tuban – Sejak awal tahun 2017 sampai dengan bulan Juli ini ada sebanyak 14 kejadian kebakaran yang berada di wilayah Kabupaten Tuban. Jumlah kejadian itu dengan kondisi rusak berat ada tiga kejadian, rusak ringan ada empat kejadian, dan rusak ringan ada 7 kejadian.

Kebakaran yang baru terjadi adalah sebuah kandang ayam potong yang berada di Dusun Kajangan, Desa Margersari, Kecamatan Plumpang, Tuban. Kadang yang berisi sebanyak 28 ribu ayam potong ludes terbakar Sabtu pagi, (15/7/2017), sekitar 04.45 Wib.

Baca : https://www.halopantura.com/kandang-ayam-ludes-terbakar-28-ribu-ayam-potong-ikut-terpanggang/

Untuk kejadian kebakaran paling banyak terjadi di bulan Maret kemarin dengan jumlah 5 kejadian yang berada di beberapa lokasi. Hal itu di sampaikan Joko Ludiono, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban.

“Jumlah kebakaran di Kabupaten Tuban sejak awal tahun sampai tanggal 15 Juli ini, ada 14 kejadian. Dari jumlah itu, paling banyak kebakaran terjadi di bulan Mei,” kata Joko Ludiono.

Jumlah kejadian itu meliputi kebakaran pasar, Pertamini, kios, rumah, dapur rumah, gudang, dan terakhir kebakaran kandang ayam. Dengan total kerugian materi akibat kebakaran tersebut mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

“Total kerugian materi akibat kebakaran sekitar Rp 1 miliar lebih dari 14 kejadian. Kerugian materi paling banyak mencapai Rp 450 juta dengan kebakaran kios di Kecamatan Bangilan, terjadi pada bulan April kemarin.” Jelas Joko Ludiono.

Lebih lanjut, Joko Ludiono, menjelaskan faktor utama kejadian kebakaran yang berada di pemukiman warga di karenakan hubungan arus pendek dan kompor. Sedangkan untuk kebakaran di hutan biasanya di karenakan ulah pengendara yang membuang putung rokok sembarangan, atau memang sengaja dibakar untuk membuka lahan baru.

“Musim kemarau seperti ini perlu di waspadai terjadinya kebakaran. Karena objek yang berada di sekitar kita lebih kering dan mudah terbakar,” tegas mantan Camat Grabagan itu. (rohman)

Tinggalkan Balasan