Turunkan Emisi Gas Buang, Semen Indonesia Kembali Raih Penghargaan Industri Hijau

0
Penyerahan penghargaan kepada Semen Indonesia sebagai Industri Hijau.

halopantura.com Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk meraih penghargaan Industri Hijau level 5 (tertinggi)untuk yang kelima kali secara berturut-turut dari Kementerian Perindustrian.

Semen Indonesia meraih peringkat 5 yakni peringkat tertinggi, bersama 86 perusahaan industri lainnya, karena dinilai mengelola lingkungan dengan sangat baik. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Perindustrian AirlanggaHartarto kepada Direktur Produksi Semen Indonesia Benny Wendry di GedungKementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Penghargaan Industri Hijau merupakan apresiasi yang diberikanpemerintah terhadap industri yang telah menerapkan prinsip-prinsip industri hijau dengan memperhatikan teknologi proses yang ramahlingkungan.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk insentif nonfiskal bagi perusahaan industri manufaktur yang telah melakukan upaya yangsignifikan dalam efisiensi penggunaan sumber daya material, energi dan air. Program Penghargaan ini diberikankepada Perusahaan Industri Nasional yang terbagi dalam 3 kategori, yaituIndustri Besar, Industri Menengah, dan Industri Kecil.

Direktur Produksi Semen Indonesia Benny Wendry mengatakan, keberhasilanSemen Indonesia meraih penghargaan Insdustri Hijau merupakan bukti nyata penerapan prinsip industri hijau dalamseluruh operasioal perusahaan. Pengelolaan berbasih industri hijau merupakankomitmen utama perusahaan yang diterapkan di seluruh area produksi perusahaanyang tersebar di Gresik, Tuban, Rembang,Indarung dan Pangkep.

“Di PabrikTuban, Semen Indonesia mampu menurunkan emisi gas buang karbon melalui pemanfaatanbahan bakar alternatif biomasa. Dibantuoleh Pemerintah Swedia melalui Swedish Energy Agency, Pabrik Tuban mampumenurunkan emisi karbon sebesar 193.536 ton dalam periode Januari 2013 hinggaFebruari 2016,” ungkapnya.

Lebihlanjut, Benny Wendry menjelaskan, Semen Indonesia juga telah memanfaatkan gaspanas buang sebagai pembangkit listrik melalui teknologi Waste Heat RecoveryPower Generation (WHRPG) di Pabrik Indarung V Semen Padang. PenggunaanWHRPG ini mampu menghasilkan tenaga listrik sebesar 8 MW dan mengurangi emisi gas karbon sebesar 43 ribu ton per tahun.

Teknologi serupa juga telah diterapkan di Pabrik Tuban dengan kapasitas maksimal sebesar 30 MW.

“Langkahnyata ini merupakan dukungan kami terhadap komitmen Pemerintah Indonesia dalammenurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% hingga tahun 2030 dan PeraturanMenteri Perindustrian tentang Peta Panduan (Road Map) Pengurangan EmisiCO2 Industri Semen di Indonesia”, pungkasnya. (*/mus/roh)

Leave a Reply