Ungkapan Rasa Syukur, Warga Karangsari Gelar Sedekah Laut

0
Sesaji ketika diarak para nelayan untuk dibawa ke tengah laut. (Atmo)
Sesaji ketika diarak para nelayan untuk dibawa ke tengah laut. (Atmo)

halopantura.com Tuban – Ratusan nelayan dari Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban mengelar sedekah laut di laut utara Tuban atau yang dikenal larung sesaji. Hal tersebut sebagai simbul ungkapan rasa syukur atas hasil laut yang melimpah dan terhindar dari mara bahaya ketika melaut, Rabu, (3/5/2017).

Sebelum memulai ritual tahunan itu, para nelaya berkumpul dihalaman kelurahan setempat dengan membawa beberapa sesaji. Seperti dengan membawa beragam makanan, buah-buahan, hasil laut dan beberapa lauk pauk lainnya.

Selanjutnya mereka berdoa bersama sebagai wujud syukur atas berkah mereka sepanjang tahun ini. Kemudian sesaji tersebut dibawa secara bersama – sama ketepi pantai laut Karangsari Tuban.

Setelah sampai ditepi pantai, sesaji yang ditempatkan khusus diatas minatur perahu itu dibawa ketengah laut dengan menggunakan perahu nelayan. Kemudian, para nelayan dengan membawa perahu yang dihiasi dengan bendera berwarna-warni ikut mengiringi sesaji ketengah laut untuk dilarutkan ke laut.

“Kegiatan itu melestarikan budaya  turun-temurun dari nenek moyang, kita hanya meneruskan apa yang sudah menjadi tradisi. Selain itu, kegiatan seperti ini sebagai rasa syukur kepada sang pencipta atas hasil laut yang melimpah,” Ketua Panitia Sedekah laut Kelurahan Karangsari, Sumito.

Menurutnya, kegiatan larung sesaji ke laut sudah menjadi tradisi nelayan bertahun – tahun dan terus di wariskan. Karena tradisi ini sebagai bentuk syukur dan memohon kepada Allah agar kegiatan melaut mendapatkan berkah dan melimpah.

“ Sebelum dibawa kelaut didoakan dan sesaji diarak keliling kampung menuju tempat larung yang ada di belakang perkampungan nelayan Karangsari,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sumito menjelaskan larung saji ini di lepas ditengah laut sekitar 9 sampai 10 mil dari bibir pantai. Dalam pelepasan itu ada sekitar 80 perahu yang ikut mengiringi larung sesaji dari belakang.

“Usai melepas para nelayan juga langsung menceburkan diri kelaut untuk mandi, termasuk sejumlah anak-anak yang ikut dalam perahu pengiringan sesaji,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Karangsari, Herry Subagiyo, mengatakan pihaknya selalu mendukung kegiatan tersebut. Karena kegiatan itu merupakan bentuk untuk mempertahankan dan melestarikan budaya leluhur.

“Kegiatan itu juga menunjukan semangat masyarakat atau para nelayan dalam hidup gotong royong,” pungkasnya. (at/roh)

Tinggalkan Balasan