Usai Takziah, Orang Tua Temukan Anaknya Meninggal Gantung Diri

0
Ilustrasi. (merdeka.com)

halopantura.com Nganjuk – Septian Trio Anggoro (21) warga lingkungan Kujonmanis RT 02/ RW 02, Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya.

Kejadian yang mengejutkan keluarga korban dan warga sekitar tersebut diketahui pertama kali oleh orang tua korban pada Jumat (12/10/2018) sekitar pukul 19.30 Wib malam.

Dari keterangan Purnomo yang juga orang tua korban bahwa di hari itu tidak ada tanda-tanda aneh dari perilaku korban. Bahkan menurutnya dia pagi harinya sempat ikut takziah ke tetangga dan sehabis takziah Septian juga berangkat ke Kantor Dinas Catatan Sipil Nganjuk untuk mengurus KTP.

“Sepulang dari Nganjuk dia langsung masuk ke dalam kamar,” terang Purnomo.

Kecurigaan orang tua korban muncul saat menjelang petang karena pintu kamar Septian masih tertutup rapat.

Purnomo pun berniat membangunkan anaknya dengan mengetuk pintu kamarnya, namun begitu kamar korban diketuk tidak ada jawaban dan kecurigaan Purnomo semakin menjadi-jadi akhirnya dia mengintip dari atas kamar korban.

Dari situ diketahui korban dalam kondisi sudah tergantung di kayu bangunan rumah dan dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

“Saat saya lihat sudah tergantung dan tidak bernyawa,” Kata Purnomo.

Begitu diturunkan korban dengan dibantu warga sekitar dibawa ke Klinik terdekat dan dinyatakan sudah meninggal. Setelah itu korban dibawa pulang oleh keluarga, selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Warujayeng .

Polisi yang mendapat laporan, bersama tim kesehatan dari Puskesmas Tanjunganom langsung ke rumah korban dan melakukan pemeriksaan untuk menggelar olah TKP.

Sementara itu pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dengan pertimbangan tidak ada ditemukan bekas maupun tanda-tanda penganiayaan serta korban melakukan gantung diri melakukan gantung diri di dalam kamar yang dikunci dari dalam dan juga tidak ada permasalahan sebelumnya.

Kapolsek Warujayeng Kompol Edi Hariadi membenarkan adanya kasus gantung diri tersebut. Dan dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan.

“Korban murni gantung diri,” Ungkap Edi Hariadi. (Edi Joko W)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here