Wabup Tuban Jelaskan Kronologis Kematian Bayi di Sidang Paripurna DPRD

0
Suasana sidang paripurna di gedung DPRD Tuban. (rohman)

halopantura.com Tuban – Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Noor Nahar Hussein, dihadapan wakil rakyat menjelasakan kronologis kematian bayi yang diduga akibat kelalaian dari perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Koesma Tuban. Bayi itu meninggal dunia dalam perawatan medis diduga terkana air panas ketika perawat memandikan bayi dari pasien warga Kecamatan Palang – Tuban.

Hal itu diungkapkan Wabup Tuban dalam sidang paripurna DPRD Tuban dengan agenda jawaban pemerintah atas pandangan umum Fraksi-fraksi tentang Rancangan APBD 2018, digedung dewan setempat, Senin, (24/10/2017). Hal itu juga atas permintaan dari Fraksi Golkar dan Keadilan Sejahtera untuk menjelasakan kronologis kejadian.

Wabup Tuban menjelasakan kronologis peristiwa kematian bayi adalah pada hari Sabtu, (16/09/2019), pukul 05.00 Wib. Saat itu pelaku (perawat) memandikan bayi baru lahir tanpa mengecek suhu air sesuai umur bayi.

“Perawat mengabaikan standar prosedur operasional (SOP),” tambah Wabup Tuban dihadapan peserta sidang paripurna DPRD Tuban.

Kondisi itu, Wabup Tuban, menerangkan bayi terjadi Kombusio (luka yang terjdi akibat sentuhan permukaan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas) tingkat Iia pada kedua kaki. Selanjutnya, atas persetujuan keluarga pagi hari itu juga dirujuk ke rumah sakit Surabaya untuk mendapatkan layanan intensif.

“Lima hari setelah perawatan akhirnya (bayi, red) tidak tertolong,” ungkap Wabup Tuban.

Lebih lanjut, Wabup Tuban menerangkan langkah-langkah yang dilakukan pihak RSUD dr. Koesama Tuban telah menonaktifkan pelaku dan mutasi kepala ruangan bayi. Serta setiap pergantian jaga wajib membaca SOP dan berdo’a untuk keselamatan.

“Pihak rumah sakit juga telah melakukan Asesmen untuk seluruh kepla ruangan bekerjasama dengan tim psikolog Rumah Sakit Angkatan Laut Surabaya. Selain itu, rumah sakit telah melengekapi sarana dan prasarana serta Alkes (alat kesehatan, red) yang dibutuhkan,” terang Wabup Tuban.

“Rumah sakit juga telah melakukan mediasi dengan keluarga korban dan dapat terselesaikan secara kekeluargaan,” tambah Wabup Tuban yang juga politisi senior asal PKB Tuban.

Baca : https://www.halopantura.com/kasus-rsud-dr-koesma-tuban-diselesaikan-secara-kekeluargaan/

Atas kejadian itu pihak rumah sakit juga minta maaf dan pelayanan kesehatan terus ditingkatkan kepada semua lapisan masyarakat.

Baca : https://www.halopantura.com/bayi-meninggal-direktur-rsud-dr-koesma-tuban-minta-maaf-dprd-minta-evaluasi/

(rohman)

Tinggalkan Balasan