Wabup Tuban: Revolusi Industri 4.0 Mendukung Kerja Tenaga Medis

0
Wabup Tuban (kanan) dalam kegiatan di Pendopo.

halopantura.com Tuban – Dalam rangka memperingati Dies Natalies ke-16, Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Nahdlatul Ulama Tuban menggelar Seminar Publik dengan tema Preparing Nurses to Face the Industrial Revolution 4.0, bertempat di Pendopo Kridha Manunggal Tuban, Kamis (18/07/2019).

Seminar itu diisi dosen dari SEGi University Malaysia, Prof. Dr. Mohammad Raili Bin Suhaili diikuti mahasiswa medis dari dalam luar wilayah Kabupaten Tuban. Serta dihadiri oleh Wakil Bupati Tuban, Sekretaris Dinas Kesehatan Tuban, Pimpinan Perguruan Tinggi di Kabupaten Tuban.

Dalam sambutannya, Wabup Tuban, Noor Nahar Hussein , menerangkan bahwa revolusi industri 4.0 menjadi tantangan bagi seluruh warga dunia. Di bidang kesehatan, revolusi industri 4.0 melahirkan sejumlah teknologi canggih yang mendukung kerja tenaga medis.

“Saat ini tengah dikembangkan berbagai alat medis dengan tingkat akurasi yang tinggi untuk membantu diagnosis suatu penyakit,” ungkapnya.

Sebagai langkah untuk menghadapi tantangan tersebut, diperlukan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas serta mampu beradaptasi dengan teknologi yang ada. Tenaga medis secara tidak langsung dituntut untuk dapat memahami pengetahuan medis sekaligus memaksimalkan teknologi medis untuk menunjang kerjanya.

Wabup yang juga Ketua Senat STIKES NU Tuban ini menekankan bahwa civitas akademika STIKES NU Tuban harus mampu mengantisipasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang ada. Selain itu, cepat dan tanggap dalam menangkap sejumlah peluang atas kemajuan teknologi di bidang medis.

Lebih lanjut, insan-insan kesehatan STIKES NU ditekankan untuk mengedepankan etika, kesantunan, dan akhlak dalam memberikan pelayanan kesehatan. Sisi-sisi kemanusiaan inilah menjadi pembeda antara pelayanan medis oleh insan kesehatan dengan teknologi.

Wabup dua periode ini juga menyampaikan terima kasih kepada Prof. Dr. Mohammad Raili atas kesediannya memberikan kuliah umum kesehatan ini.

“Kami berharap Prof. Dr. Mohammad Raili mendapat kesan positif selama berkunjung di Kabupaten Tuban ini,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua STIKES Nu Tuban, Miftahul Munir., menyebutkan bahwa lulusan STIKES NU telah banyak terjun di berbagai institusi medis di berbagai wilayah Indonesia. Tidak hanya itu, sejumlah lulusan STIKES NU juga telah banyak belajar di luar negeri.

Guna meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing lulusan, STIKES NU juga telah menjalin kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi medis lainnya baik nasional maupun internasional.

“Saat ini, STIKES NU telah menandatangani perjanjian kerjasam dengan 6 perguruan tinggi internasional,” ujarnya.

Mitahul Munir menyatakan bahwa mahasiswa STIKES NU harus mampu bersaing dengan tenaga medis lain. Di samping itu, mampu memberikan pelayanan dengan profesional yang dibalut dengan etika, kesantunan, dan akhlak. (mus/roh)

Tinggalkan Balasan