Wabup Tuban : Tidak Semua Warga Menolak Pembangunan Kilang Minyak

0
Wabup Tuban, Noor Nahar Hussein. (rohman)

halopantura.com Tuban – Gejolak penolakan warga tentang pembangunan kilang minyak, Rosneft Oil Company, di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban mendapat tanggapakan Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Noor Nahar Hussein.

“Tidak semua warga menolak pembangunan kilang minyak, dan ada sebagian warga yang sudah menerima. Saya punya data beberapa warga telah menerima asal sesuai, artinya mereka tidak dirugikan,” ungkap Wabup Tuban, Rabu, (10/1/2018).

Sejauh ini penolakan itu disampaikan pemilik tanah dari dua desa, yakni Desa Mentoso dan Remen yang berada di Kecamatan Jenu, Tuban. Mereka menolak dengan dalil selama ini tanahnya dijadikan sebagai sumber penghidupan bagi warga.

“Penolakan itu dikarenakan sejauh ini warga belum sepenuhnya memahami akan manfaat kilang minyak sebagai proyek strategis nasional. Proyek itu bukan sekedar bisnis aja, tetapi nantinya akan memberikan dampak multiplier effect ekonomi di Tuban,” beber Wabup Tuban kepada wartawan ini.

Baca : https://www.halopantura.com/bergejolak-pembangunan-kilang-pertamina-rosneft-di-tuban-molor/

Menurutnya, salah satu dampak adanya pembangunan kilang akan membuka lapangan pekerjaan, dan perekonimian masyarakat di sekitar kilang akan meningkat. Sehingga, Pemkab Tuban berharap keberadaan proyek itu harus di dukung semua lapisan masyarakat.

“Sekali lagi proyek itu merupakan proyek stategis nasional, dan banyak sekali manfaatnya buat Negara ini,” tambah Wakil Bupati Tuban.

Selain itu, Pemkab Tuban sejauh ini telah berupaya untuk memerjuangan kepetingan warga supaya tidak ada yang dirugikan proyek Nasional itu. Bahkan, warga yang tanahnya dibeli perlu diprioritaskan dalam bekerja.

“Kita terus berupaya untuk memperjuangkan kepentingan warga (tanahnya yang dibebaskan atau dibeli, red) dan ini yang telah kita pikirkan agar tidak ada dirugikan,” tegas Noor Nahar Hussein.

Sebatas diketahui, sejauh ini warga masih menolak untuk menjual tanahnya kepada Pertamina untuk proyek tersebut. Konflik penolakan warga itu dinilai DPRD Tuban ada oknum yang melakukan provokasi.

Baca : https://www.halopantura.com/dprd-tuban-nilai-penolakan-kilang-minyak-ada-unsur-provokasi/

Dimana pembangunan proyek strategis nasional kilang New Graaa Root Refinery (NGRR) di Tuban itu membutuhkan lahan kurang lebih seluas 219 hektar, dan direncanakan akan selesai pada 2021 mendatang. (rohman)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here