Wujudkan Pemilu Damai, Polres Tuban Gelar Seminar Hukum Criminal Justice System

0
Suasana seminar hukum Polres Tuban. (rohman)

halopantura.com Tuban – Polres Tuban menggelar seminar hukum yang bertema Criminal Justice System Polri, Pengadilan, Lapas, dan Panwaslu siap mewujudkan Pilkada damai tahun 2018 dengan segala tantangan fundamenalnya.

Kegiatan itu dibuka Kapolres Tuban, AKBP Sutrisno HR dengan diikuti kurang lebih 200 peserta. Terdiri dari beberapa perwakilan instansi Kabupaten Tuban, anggota polisi, mahasiswa, dosen, rekan media, dan beberapa pihak terkait lainnyaan, dilaksanakan di rumah makan Kayu Manis Resto Tuban, Kamis (12/4/2018).

Seminar itu mendatangkan narasumber dari Kapolres Tuban, Ketua Pengadilan Negeri Tuban, Kepala Kejaksaan Negeri Tuban, Lapas Kelas II B Tuban, dan Panwaskab Tuban. Selain itu, kegiatan tersebut juga mendatangkan pembicara ahli hukum pidana, M. Sholehuddin dari Universitas Bhayangkara Surabaya.

Sholehuddin dalam materinya menyebutkan bahwa, criminal justice system ini digagas sekitar tahun1958 di Amerika. Sedangkan, di Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang, sistem ini sekitar tahun 80-an baru diterapkan.

”Maka pada tahun itu terbitlah Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang mengatur hukum pidana,” terang dihadapan para peserta.

Sementara itu, Kapoles Tuban AKBP Sutrisno HR mengatakan bahwa seminar ini tujuannya untuk memupuk silaturrahmi antara penegak hukum yang ada di Kabupaten Tuban. Selain itu, juga menjaga sinergitas antara penegak hukum dalam rangka menjaga keamanan pemilu di tahun ini.

“Semua harus bersinergi agar persoalan dan keamanan yang ada di Kabupaten Tuban dapat kita selesaikan dengan baik, termasuk keamanan pemilu menjadi tanggung jawab kita semua,” terang Kapolres Tuban.

Selain itu dalam seminar itu juga diadakan dialog secara langsung antara narasumber dengan peserta. Salah satu yang ditanyakan peserta tentang bagaimana menyikapi kampaye hitam yang dilakukan oknum, dan masalah intimidasi terhadap warga agar mencoblos salah satu calon dalam pemilu.

“Jika ada kampaye hitam atau intimidasi dalam pelaksanaan pemilu, maka segera laporkan dan akan kita tindak tegas,” jawab Sallamul Hadi, Komisioner Panwaskab Tuban. (rohman)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here