Gerakan Masyarakat Peduli Jombang Tolak People Power

0
Suasana aksi tolak People Power.

halopantura.com Jombang – Isu People Power atau gerakan pengerahan massa besar-besaran usai pelaksanaan Pemilu Langsung 2019 oleh para oknum politikus nasional mendapatkan respon dari masyarakat Jombang. Sejumlah massa dari Gerakan Masyarakat Peduli Jombang (GMPJ) menggelar aksi protes menolak gerakan People Power.

Dalam aksinya, massa mengambil bentuk mimbar bebas dan dipusatkan di bundaran Ringin Contong, Jombang Kota, Selasa (14/5/2019) siang.

Joko Fattah Rochim, selaku koordinator aksi dalam orasinya mengatakan gerakan People Power merupakan isu yang dihembuskan oleh kelompok penganut Khilafah. Isu People Power yang dinyatakan oleh tokoh nasional Amin Rais adalah isu pembodohan.

“Apa yang dikatakan oleh saudara Amin Rais adalah pembodohan,” kata Fattah dalam orasinya dengan penuh berapi-api.

Bagi Fattah, isu tersebut adalah pembodohan kepada masyarakat, negeri dan kita semua. Karena itu atas nama masyarakat Jombang, massa aksi menolak adanya gerakan People Power. GMPJ meminta masyarakat untuk tenang tidak ada masalah apapun. Tidak ada hubungan dengan apa yang dikatakan gerakan People Power dimana aktor dibelakangnya adalag orang-orang khilafah.

“Mereka dibelakangnya adalah orang-orang Khilafah, jangan takut,” pekik Fattah lantang dalam orasi.

Tegas Fattah, apapun dikatakan Amien Rais soal Gerakan People Power, kita sebagai GMPJ yaitu gabungan dari aliansi masyarakat akan siap menghadapi gerakan seperti itu. Jangan sampai ada upaya untuk memecah belah NKRI.

Pantauan dilapangan, aksi dimulai sejak pagi hari pukul 09.00 WIB bergerak dari kantor titik kumpul di Jalan Pulo Lor, Kecamatan atau Kabupaten Jombang menuju kantor Pengadilan Agama (PA) Jombang. Sesaat setelah menjalankan orasi di kantor PA Jombang, massa bergerak ke Bundaran Ringin Contong.

Selain membawa sepanduk, bendera, pengeras suara, massa aksi turut membawa sejumlah poster bertuliskan berbagai tuntutan demonstrasi. Sesaat setelah orasi dengan pengawasan ketat aparat kepolisian, massa aksi kemudian membubarkan diri. (fre/fin/roh)

Leave a Reply