Komisi IV DPRD Tuban: Kembangkan Potensi Wisata Sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

halopantura.com Tuban – Komisi IV DPRD Tuban telah melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kegiatan tersebut dalam rangka mengembangkan kemajuan potensi wisata yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Tuban.

“Komisi IV menyampaikan terkait potensi wisata Tuban yang bisa di kembangkan, mengingat Tuban memiliki garis pantai kurang lebih 65 kilometer yang berpotensi menjadi wisata pantai yang menarik bagi para pengunjung,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Tuban, Hj. Tri Astuti, Kamis (9/12/2021).

Dewan juga menilai wisata pantai Tuban ini memiliki spot-spot foto yang bagus yang tidak dimiliki kabupaten-kabupaten lain. Sehingga potensi wisata itu harus dikembangkan dengan baik karena keberadaan pariwisata adalah salah satu mesin penggerak perekonomian yang terbukti mampu memberikan kontribusi kemakmuran buat masyarakat.

Selain itu, Hj. Tri Astuti menambahkan Kabupaten Tuban memiliki 78 objek wisata dengan rincian ada 12 wisata religi, 12 wisata alam, 41 wisata desa yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan 4 wisata dikelola pemerintah. Semua potensi itu harus dikembangkan dengan baik untuk meningkatkan perekonomian, kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Tuban.

“Potensi wisata yang banyak ini harus dikelola dengan baik, karena keberadaan Pariwisata ini sebagai salah satu komponen penting dalam mendukung pengembangan atau pertumbuhan ekonomi,” tambah politisi perempuan asal Partai Gerindra itu.

Hj. Astuti panggilan akrabnya kembali menerangkan dalam kunjungan itu Komisi IV DPRD Tuban juga menerangkan rencana pemerintah daerah untuk pembangunan Tuban Creative Centre dengan merevitalisasi gedung Budaya Loka sebagai pusat kegiatan seni dan budaya. Tempat itu nantinya juga  sebagai wadah pengembangan sektor ekonomi kreatif dalam upaya mendukung wisata daerah.

“Pengelolaan wisata yang  berkelanjutan ini sangat penting supaya memberikan dampak positif. Sehingga sektor pariwisata memberikan multiplayer effect terhadap kemajuan perekonomian di Tuban,” tegas Ketua Komisi IV DPRD Tuban.

Ia menerangkan Pendapat Asli Daerah (PAD) Tuban pada sektor pariwisata pada tahun ini mengalami penurunan yang cukup drastis imbas pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, kedepannya diperlukan strategi pengembangan wisata yang lebih progresif dan inovatif agar sektor pariwisata di Tuban kembali bergeliat meskipun di tengah pandemi. Termasuk, prosedur disiplin prokes Covid-19 dijalankan bagi para pengelola wisata.

“Diperlukan sebuah inovasi dan terobosan baru agar pengunjung wisata di Tuban meningkat, termasuk aman terhadap penularan Covid-19. Promosi secara digital sangat penting untuk percepatan pemulihan pariwisata,” jelasnya.

Baca juga: Tekan Silpa, Ketua DPRD Tuban Minta Eksekutif Kerja Keras untuk Penyerapan Anggaran P-APBD 2021

Baca juga: Anugerahkan SNI, Wamendag: Revitalisasi Pasar Rakyat Perkuat Pemulihan Ekonomi Nasional

Lebih lanjut, dalam menjalankan operasionalnya seluruh tempat destinasi wisata di imbau agar tetap konsisten melaksanakan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara ketat dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Diantaranya, pengunjung wajib pakai masker, tempat wisata menyediakan tempat cuci tangan, dan lainnya sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona.

“Disiplin prokes sebagai upaya untuk memberikan jaminan aman bagi pengunjung terhadap penularan Covid-19,” pungkasnya. (rohman)

Tinggalkan Balasan