Mensos Ingatkan Bantuan PKH Jangan Untuk Membeli Baju Lebaran

1
Penerima bantuan sosial menunjukan kartu keluarga sejatera (KKS) di hadapan Mensos di Tuban. (Musyafa')

halopantura.com Tuban – Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa, mengingatkan supaya penerima Program Keluarga Harapan (PKH) menggunakan dana yang diterima dengan baik dan bijak untuk kebutuhan sekolah.

“Jangan sampai bantuan ini digunakan untuk belanja baju lebaran. Karena bulan depan bantuan akan cair lagi. Kita tanamkan bahwa program ini untuk sekolah,” kata Khofifah dihadapan penerima PKH di Pendopo Tuban, Senin, (22/5/2017).

Dalam kesempatan itu, Mensos juga melakukan pengecekan terhadap penerima program bantuan secara non tunai. Bantuan itu langsung di terima oleh keluarga penerima manfaat (KPM) melalui buku tabungan dengan kartu keluarga Sejahtera (KKS) yang bekerjasama dengan Bank Negara Indonesia (BNI).

Penerima bantuan sosial tunai dan non tunai di Kabupaten Tuban ada tiga jenis bantuan. Diantaranya warga Tuban yang mendapatkan PKH ada sebanyak 42.091 keluarga dengan total bantuan sekitar Rp 79 miliar lebih.

Selanjutnya, penerima beras sejahtera (Rastra) ada 106.814 keluarga dengan total bantuan Rp 146 miliar lebih. Kemudian penerima bantuan sosial Disabilitas (keterbatasan diri, red) sebanyak 21 jiwa dengan total anggaran Rp 63 juta.

“Saya akan terus melakukan monitor proses pencairan bantuan non tunai, supaya berjalan sesuai rencana,” terang Khofifah.

Menurutnya, sistem ini memudahkan penerima bantuan dengan layanan non tunai menggunakan KKS. Sehingga secara langsung bantuan itu bisa disalurkan kepada pemilik rekening penerima bantuan.

“Penerima manfaat ini bisa langsung mengambil bantuan melalu mesin ATM. Karena bantuan ini langsung tersalurkan di buku tabungan para penerima manfaat,” jelas perempuan kelahiran dari Kota Surabaya itu.

Setiap bulan, penerima PKH akan mendapatkan bantuan non tunai sebesar Rp 500 ribu melalui rekening tabungan. Kemudian keluarga penerima manfaat bisa melakukan transaksi atau pengambilan secara tunai untuk kebutuhan sekolah.

“Bantuan ini untuk daftar ulang sekolah,” kata Ita salah satu penerima bantuan. (mus/roh)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan