Pamit Mancing, Pria Jombang Ditemukan Meninggal di Sungai

halopantura.com Jombang – Seorang pria paruh baya ditemukan telungkup di sungai Dusun Karangkletak Desa Tunggorono Jombang Jatim. Ia ditemukan meninggal setelah sebelumnya pamit kepada keluarga untuk mencari ikan.

Laki-laki berinisial Kar (46), warga Desa Tunggorono itu ditemukan meninggal di dalam sungai oleh seorang warga pada Sabtu sore (17/6/2023) pukul 15.30 WIB.

Selanjutnya, penemuan mayat itu dilaporkan ke perangkat desa setempat dan diteruskan laporan ke Polsek Jombang.

Petugas kepolisian langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) serta menggali keterangan saksi-saki.

Berdasarkan keterangan kepolisian, sebelum ditemukan meninggal, pada Sabtu (17/6/2023) sekitar pukul 10.00 Wib, Kar meminta izin kepada keluarganya untuk mencari ikan di sungai.

“Korban pergi sendirian untuk mencari ikan di sungai dengan membawa 1 set alat setrum,” kata Kapolsek Jombang AKP Soesilo dalam keterangannya, Minggu (18/6/2023).

Namun hingga pukul 14.00 Wib korban tidak kunjung pulang. Lantas korban dicari oleh anak-anaknya, namun pencarian itu tidak berhasil menemukan.

Sekitar pukul 15.30 Wib, seorang saksi, Muji ketika memetik cabai di sawah melihat 1 set alat setrum untuk mencari ikan tergeletak di dalam sungai.

“Kondisi sungai aliran air tidak tinggi atau setinggi pelipis kaki orang dewasa,” kata Soesilo.

Karena penasaran, Muji mendekati alat setrum tersebut. Dan didapati korban dengan posisi tertelungkup di dalam sungai tepatnya di sebelah utara alat setrum ikan tersebut dengan jarak kurang lebih 1 meter.

Dikatakan Soesilo, dari keterangan anggota keluarga korban dan tetangga sekitar, bahwa korban memiliki riwayat penyakit jantung dan sesak nafas.

“Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Jombang guna pemeriksaan luar. hasil pemeriksaan tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” ujarnya.

Soesilo menambahkan keluarga korban tidak berkenan dilakukan autopsi terhadap mayat korban. Keluarga menyadari dengan ikhlas kematian korban diduga karena penyakit jantung dan sesak nafas yang dideritanya telah kambuh.

“Jenazah korban diserahkan dan pada saat itu langsung dimakamkan oleh keluarganya,” kata mantan Kapolsek Megaluh Jombang ini. (fin/roh)

Tinggalkan Balasan