Persatu Tuban vs Persebaya, Kapolres Keluarkan Maklumat, Manajer Persatu Minta Maaf

1
Ilustrasi, Maklumat Kapolres Tuban dan Fahmi Fikroni.

halopantura.com Tuban – Pertandingan kompetisi lanjutan Liga 2 Indonesia yang mempertemukan Persatu Tuban melawan Persebaya, pada Senin, 28 Agustus 2017 mendatang, menyisakan beberapa persoalan. Pasalnya, laga pertandingan yang di gelar di Stadion Lokajaya Tuban, dipastikan tanpa ada penonton.

Hal itu dipastikan dengan di keluarkannya maklumat Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad, tentang pertandingan kedua kesebelasan tersebut digelar di Kabupaten Tuban tanpa penonton, ditanda tangani, Kamis, (24/8/2017). Maklumat tentang pertandingan tersebut memuat lima poin.

Poin pertama berisi kepada suporter kedua tim agar tidak datang ke stadion, dihimbau menyaksikan pertandingan melalui saluran televisi TV One. Kedua berisi stadion Lokajaya akan dilakukan pengamanan pada hari H-1 oleh aparat Kepolisian dan TNI.

Selanjutnya, poin ketiga berisi sterilisasi akan dilakukan pada hari H, dengan maksud tidak ada penonton maupun orang yang tidak berkepentingan masuk stadion pada pertandingan berlangsung. Keempat berisi panitia agar bertindak tegas, jujur, dan adil (fair play).

Poin terakhir kepada pemilik warung sepanjang jalur Tuban-Babat dihimbau untuk waspada, apabila perlu agar tutup pada hari H pertandingan.

“Maklumat sudah di share, itu hasil keputusan rakor tadi siang (kamis, red),” ungkap AKP Elis Suedayti, Kasubbag Humas Polres Tuban.

Menanggapi keputusan itu, Fahmi Fikroni, Manajer Persatu Tuban, mengaku merindukan laga pertandingan kedua kesebelasan tersebut didukung oleh kedua suporter fanatik. Karena pihak manajemen sangat merindukan atmosfer pertandingan kedua kesebelasan yang disaksikan Bonek dan Ronggomania, sebab dari dulu kedua pendukung itu penuh dengan persahabatan.

“Bukan kapasitas manajemen untuk memberikan ijin terkait bisa tidaknya suporter memberikan dukungan dalam pertandingan,” tutur Fahmi Fikroni.

Lebih lanjut, Fahmi Fikroni, berharap pertandingan nanti berjalan lancar dan aman terkendali. Serta berharap kepada pihak keamanan untuk memperlakukan para pendukung dengan baik.

“Kita berharap kepada pihak keamanan untuk memperlakukan saudara-saudaraku, baik itu suporter Bonek maupun Ronggomania dengan baik tanpa ada kekerasan, dan permohonan maaf dari kami kepada para suporter tidak bisa memberikan tontonan,” tegas Roni panggilan akrab manajer Persatu Tuban.

Kekecewaan bermain tanpa penonton juga diungkapkan oleh Indra Bagus, Presiden Ronggomania, pada Selasa kemarin, (22/8/2017). Ia menilai hal itu (bermain tanpa penonton, red) menciderai sportivitas dalam sepak bola, karena pendukung Persatu Tuban memiliki hubungan baik dengan Bonek.

Baca : https://www.halopantura.com/mencederai-sportivitas-suporter-kecewan-laga-persatu-tuban-digelar-tanpa-penonton/

(rohman)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan