Polemik Kilang, Rumah Tokoh Masyarakat Diteror Bom Molotov

0
Anggota Satreskrim Polres Tuban melakukan olah TKP di rumah korban.

halopantura.com Tuban – Teror bom molotov terjadi di kediaman Soewarto Darmandi di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Ia merupakan salah satu warga yang selama ini dikenal sebagai tokoh yang keras dalam menyuarakan penolakan pembangunan kilang minyak di Tuban.

Hingga kini belum diketahui motif pelaku terkait dugaan teror bom tersebut. Karena masih dalam proses penyelidikan Polres Tuban.

“Kami masih melakukan penyelidikan (terkait motif, red) lebih lanjut, dan barang bukti telah kita amankan,” ungkap AKP Mustijat Priyambodo, Kasat Reskrim Polres Tuban, Rabu, (6/2/2019).

Berdasarkan informasi, peristiwa teror bom molotov itu terjadi pada malam dini hari sekitar pukul 02.15 Wib. Saat itu, keluarga Soewarto sedang istirahat di rumahnya, dan tiba-tiba terdengar suara ledakan diatas atap rumah.

Mendengar suara itu, korban langsung terbangun dan keluar rumah untuk melihat situasi. Betapa terkejutnya, ia melihat api keluar dari atap rumah dan sangkar burung miliknya hangus yang diduga dilempar bom molotov oleh orang yang tidak dikenal.

“Saya terbangun karena ada suara ledakan, dan ketika keluar rumah sudah ada api, sangkar beserta burung sudah hangus,” cerita Mbah Warto panggilan akrab Soewarto.

Karena takut, ia membangunkan anaknya Awang (32). Setelah itu, ia memeriksa kondisi rumah dan menemukan pecahan botol disertai bau gas yang diduga bom molotov. Kemudian kejadian itu dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

“Tidak ada korban, dan kita sudah melaporkan kejadian itu ke polres,” ungkap mbah Warto yang juga sebagai kuasa hukum dari warga yang menolak atas rencana pembangunan kilang minyak di Tuban.

Lebih lanjut, ia mengaku sejauh ini tidak memiliki musih dan baik terhadap semua warga. Tetapi, semenjak ada rencana pembangunan kilang di Tuban, ada-ada kejadian yang aneh dirasakan keluarganya.

“Selama ini saya tidak punya musuh, tetapi masyarakat silahkan menilai apakah kejadian ini berkaitan dengan adanya penolakan kilang minya,” terangnya.

Korban pun berharap pelaku dan motif dugaan teror bom itu segera diusut oleh pihak kepolisian. Karena sudah meresahkan warga, dan berharap kejadian itu tidak ada lagi. (rohman)

Leave a Reply