Telat, Tuban Sport Center Terancam Denda Rp 58 Juta Setiap Hari

halopantura.com Tuban – Penyelesaian pembangunan proyek lanjutan Tuban Sport Center (TSC) yang berada di lahan Dusun Pidengan, Desa Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, tidak sepenuhnya berjalan mulus. Pasalnya, proyek tersebut molor dari jadwal awal yang telah ditentukan selesai pada 4 Desember 2018.

Namun begitu sampai saat ini pembangunan proyek tersebut masih terus dikerjakan oleh pemenang tender PT Widya Satria asal Surabaya. Karena pelaksana proyek telah mendapatkan perpanjangan waktu (adendum) selama 16 hari untuk menyelesaikan proyek senilai lebih Rp 58 miliar dari APBD Tuban tahun ini.

Sehingga batas akhir penyelesaian proyek itu sampai 20 Desember 2018. Jika pelaksana proyek tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline, maka nantinya terancam membayar denda setiap hari 1/1000 dari total nilai proyek atau senilai Rp 58 juta setiap hari.

“Setiap hari dendanya 1/1000 dari nilai proyek jika tidak sesuai target dalam penyelesaiannya pada 20 Desember 2018,” ungkap Zainal Maftuhien pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek ketika berada di area proyek, Senin, (10/12/2018).

Menurutnya, pelaksana proyek telah mengajukan permohonan addendum selama 21 hari pada 19 November 2018. Dengan empat alasan penyelesaian minta diperpanjang, diantaranya pengerjaan awal saat itu masih ada tanaman jagung di lahan TSC.

Kemudian,  ada perbedaan gambar dengan kondisi dilapangan. Ketiga tentang urugan karena ketinggian lokasi tanah tidak sama. Terakhir, masalah kedalaman tanah yang berbeda disebabkan adanya berbatu.

“Pelaksana proyek saat itu mengajukan permohonan addendum selama 21 hari tetapi disetujui 16 hari, dengan satu alasan yang bisa diterima tentang perubahan desain antara gambar awal dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, dengan adanya perpanjangan waktu itu diharapkan pelaksanaan proyek mampu dikerjakan tepat waktu dan tidak ada keterlambatan. Sehingga nantinya tidak ada denda buat pelaksana proyek.

“Pelaksana proyek juga telah berkomitmen untuk tidak ada keterlambatan, dan kita setiap hari terus memantau progresnya, pada tanggal 2 Desember kemarin progres pembangunan telah mencapai 85 persen,” jelas Zainal Maftuhien yang juga Sekretaris Koni Tuban.

Sebatas diketahui, anggaran itu direncanakan untuk membangun stadion sepak bola beserta tribun utama, lintasan atletik, dan beberapa fasilitas olahraga lainnya.

Baca: https://www.halopantura.com/stadion-tsc-tuban-gunakan-rumput-asal-amerika/

Selain itu rumput stadion sepakbola juga telah dipasang dengan menggunakan jenis rumput baru dan sesuai dengan standar badan sepak bola dunia, FIFA, yakni zoysia matrella. Rumput tersebut berasal dari Amerika Serikat, tetapi telah dibudidayakan di wilayah Kabupaten Malang. (rohman)

Tinggalkan Balasan