Dua PSK Terjaring di Eks Lokalisasi Kalisari Bojonegoro

0
Petugas Satpol PP Bojonegoro temukan PSK. (Galuh Setiyadi)
Petugas Satpol PP Bojonegoro temukan PSK. (Galuh Setiyadi)

Halopantura.com Bojonegoro – Petugas Satpol PP Bojonegoro kembali mengamankan dua Pekerja Seks Komersial (PSK) yang mangkal di Eks Lokalisasi Kalisari Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Setelah diamankan, mereka berdua langsung di bawa dikantor Satpol PP setempat untuk menjalani pemeriksaan, Sabtu, (31/3/2017).

Meraka yang masih nekat melakukan bisnis terlarang itu berinisial ST (33) warga asal Desa Sidodadi, Kecamatan Kapas, Bojonegoro. Kemudian PW (20), asal Desa Tunjung, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.

“Meraka berdua telah di periksa dan mendapat pembinaan,” terang Kasi Satlinmas Satpol PP Kabupaten Bojonegoro, Benny Subiakto.

Menurutnya, ketika melakukan operasi kondisi di eks lokalisasi kalisari terlihat sedang sepi. Diduga kegiatan Satpol PP tersebut bocor sehingga banyak PSK yang bersembunyi sebelum petugas tiba di lokalisasi.

“Meski demikian, petugas tetap memeriksa satu persatu rumah yang diduga dihuni para PSK yang saat itu rumah dalam keadaan tertutup,” ungkapnya.

Ketika memeriksa rumah itu, Benny Subiakto menjelaskan, bahwa petugas berhasil mengamankan dua PSK yang sedang bersembunyi di dalam kamar dengan keadaan lampu dimatikan. Kedua PSK kemudian dibawa ke kantor Satpol PP Kabupaten Bojonegoro untuk di data.

“Dua PSK itu saat didatangi petugas sedang sembunyi didalam kamar,” tegasnya.

Di Kantor Satpol PP setempat, mereka berdua hanya diberikan pembinaan dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya itu. Selain itu, kedua PSK juga menjalani tes kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro untuk mengetahui apakah terserang HIV/ Aids ataupun tidak.

Hasil tes kesehatan menunjukan bahwa kedua PSK itu dinyatakan negative. Meski demikian, pihak Satpol PP terus melakukan operasi PSK untuk meminimalisir penyebaran HIV/ Aids.

“Operasi itu dilakukan untuk menegakan Perda tentang prostitusi dan meminimalisir penyebaran penyakit HIV/ Aids,” tambah Benny Subiakto. (gal/roh)

Tinggalkan Balasan