Renovasi Trotoar Bikin Macet Jalan, DPRD Tuban Ambil Sikap

1
Hj. Tri Astuti, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Tuban. (rohman)

halopantura.com Tuban – Kemacatan arus lalu lintas di jalan Basuki Rahmat (Basra) yang dipicu adanya proyek renovasi trotoar dan pembuatan sumur resapan, mendapat tanggapan dari wakil rakyat. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Tuban, Hj. Tri Astuti, Jumat, (2/11/2018).

Hj. Tri Astuti mengatakan, dalam proses pembangunan yang menimbulkan kemacetan diharapkan rekan proyek bisa mengantisipasinya. Salah satunya dengan memasang rambu-rambu proyek, dan tidak menumpuk material di tepi jalan yang bisa mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

“Rekanan proyek harus mengantisipasi agar tidak terjadi kemacetan arus lalu lintas, sebab jalan Basra cukup padat kendaraan,” tegas Hj Tri Astuti.

Penyebab utama terjadinya kemacetan di jalan Basra itu, dikarenakan adanya kendaraan truk yang mengangkut limbah proyek tersebut, seperti mengangkut tanah dan batu. Kondisi kemacetan juga diperparah lantaran tidak ada petugas yang mengatur arus lalu lintas.

“Kita berharap armada yang berhubungan dengan material proyek agar tidak dioperasikan pada jam padat kendaraan, seperti pagi hari dan jam pulang sekolah atau kantor, sehingga tidak menimbulkan kemacetan parah,” ungkap Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tuban.

Selain itu, politisi senior asal Partai Gerindra itu memohon agar penempatan material dan proses pengerjaannya lebih memperhatikan keselamatan pengguna jalan. Karena di jalur Basra merupakan jalan yang padat kendaraan baik roda dua maupun empat.

“Jalan Basra cukup padat kendaraan, sehingga rekanan proyek harus memperhatikan tentang keselamatan pengguna jalan,” terang Hj Tri Astuti yang juga maju sebagai Caleg DPRD Tuban di Pemilu 2019 untuk Dapil 2 meliputi Kecamatan Plumpang, Palang, dan Widang.

Lebih lanjut, ia menambahkan terkait pembangunan proyek agar nantinya lantai yang digunakan untuk trotoar tidak lagi licin seperti sebelumnya. Diharapkan, tekstur lantainya lebih kasar agar pengguna jalan saat musim hujan tidak terpeleset.

“Kita juga berharap dengan adanya proyek itu mampu mengatasi banjir di wilayah Kota ketika musim hujan,” terangnya.

Pemberitaan sebelumnya, Sudarmaji Kepala Dinas PRKP Kabupaten Tuban, mengaku telah memanggil rekanan proyek untuk mengatasi persoalan kemacetan itu. Ia pun menjamin tak ada lagi kemacetan akibat adanya proyek tersebut yang menelan anggaran sekitar Rp 2.2 miliar dari APBD Tuban.

Baca: https://www.halopantura.com/proyek-renovasi-trotoar-bikin-macet-jalan-basra-tuban/

Serta pengangkutan limbah proyek yang menggunakan kendaraan truk tidak diperbolehkan dilakukan di jam padat arus lalu lintas. Dengan harapan dilakukan pada malam hari. (rohman)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here